Selasa dalam Pekan Biasa VI, 14 Februari 2017

Kej 6: 5-8  +  Mzm 29  +  Mrk 8: 14-21

 

 

 

Lectio

Ketika pergi bersama ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.  Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."  Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."  Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?  Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."  Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

 

 

 

Meditatio

Ketika pergi bersama ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.  Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: 'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'.  Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: 'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti'. Siapa yang mengkaitkan antara ketidak-membawaan roti oleh para murid dengan kehati-hatian terhadap ragi orang-orang Farisi ataupun Herodes? Kalau Yesus secara sengaja membicarakannya mengingat para murid tidak membawa roti, mengandaikan pikiran Yesus sang Guru dapat ditangkap oleh para muridNya. Sebaliknya, kalau yang mengkaitkan penginjil sendiri, tentunya Markus mempunyai maksud tertentu. Namun kemungkinan besar, Yesus mempunyai maksud tertentu. Atau memang para murid yang tidak mengerti bahasa kias yang secara sengaja dipakai oleh sang Guru?

Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: 'mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?  Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu atau untuk empat ribu orang itu?'. Maksud Yesus memang tidak dimengerti, apa itu ragi kaum Farisi dan ragi Herodes? Kalau hanya karena mereka tidak membawa roti, bukankah Yesus dapat menyelesaikannya? 'Masihkah kamu belum mengerti?'. Para murid pun tidak mengerti akan tanda-tanda yang telah dibuat oleh sang Guru. Apakah Yesus keliru juga memilih para muridNya? 'Menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka' (Kej 6:6-7). Mengapa Yesus tidak menyesal atas para muridNya dan berkata-kata sebagaimana yang pernah disampaikanNya dalam pengalamanNya menciptakan umat manusia? Tuhan Allah tidaklah keliru, pasti dalam mengasihi umatNya. Dia mengasihi dan mengasihi, tetapi tidak pernah memaksa umatNya, sebab tentunya semuanya itu akan berlawanan dengan kerahiman hatiNya kepada umatNya.

Pilihan Yesus memang bukanlah orang-orang yang cerdik pandai, yang dengan mudahnya mengerti segala yang mereka dengar dan mereka lihat. Orang-orang yang dikasihi Yesus memang adalah orang-orang milikNya, tetapi mereka bukanlah orang-orang yang dengan mudahnya mengerti sabda dan kehendak Tuhan Yesus yang mengasihinya. Benarlah memang misteri Kerajaan itu disembunyikan bagi mereka yang cerdik pandai tetapi dinyatakanNya kepada mereka yang bodoh bagi dunia.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk dapat memahami dan mengerti siapa Engkau, lewat peristiwa yang kami lihat dan kami alami, agar tidak mudah terpengaruh orang-orang yang ingin menjauhkan kami dariMu.

Santo Siprianus dan Metodius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

SabdaMu Tuhan adalah Roh Kehidupan

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening