Senin dalam Pekan Biasa VII, 20 Februari 2017

Sir 1: 1-4  +  Mzm 93  +  Mrk 9: 14-24

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan  sesuatu dengan mereka.  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?"  Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"  Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya  seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.  

Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?"  Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan  sesuatu dengan mereka. Apa yang mereka persoalkan? Hebohkan pembahasan antar mereka? Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Mereka kaget semua sepertinya.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: 'apa yang kamu persoalkan dengan mereka?'.  Kata seorang dari orang banyak itu: 'Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat'. Apakah yang mereka persoalkan tadi berkaitan dengan kemampuan para murid? Kalau memang persolaan kemampuan para murid, apa pembelaan para murid? Apakah orang-orang Farisi menantang para murid sebagaimana yang kita renungkan dalam Injil kemarin: jika kamu tidak bsa menyembuhkan, lalu apakah kelebihanmu dengan murid-murid kami orang-orang Farisi dan para ahli Taurat? 

'Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!', tegur Yesus kepada mereka semua. Ketidakpercayaan mereka sendirilah yang sebenarnya menghalangi datangnya berkat dan karunia Tuhan.  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: 'sudah berapa lama ia mengalami ini?'. Mengapa Yesus bertanya-tanya terlebih dahulu, sebelum menyembuhkannya? Bukankah biasanya Dia langsung melakukan segala yang baik tanpa mempersolakan aneka penyebab sakit yang diderita seseorang? Jawabnya: 'sejak masa kecilnya.  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami'.  Jawab Yesus menantangnya: 'katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!'. Tuhan Allah dapat melakukan segala ssuatu, karena memang tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Aneka mukjizat tentunya dapat dilakukan oleh setiap orang dan juga dapat dinikmati oleh mereka yang percaya kepada Tuhan Allah.  'Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!', seru ayah anak itu semabari merunduk di hadapan Yesus. Sekali lagi ketidakpercayaan seseorang menghambat datangnya berkat Tuhan bagi dirinya. 

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: 'hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!'.  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.  Yesus membuat segalanya indah adanya. Segala sesuatu mungkin dan bisa terjadi hanya dalam nama Tuhan.

Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: 'mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?'. Mengapa para murid bertanya demikian? Apakah sekedar minta penjelasan, atau memang mereka merasa direndahkan oleh kaum Farisi mengingat ketidakmampuan mereka itu?  Jawab-Nya kepada mereka: 'jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa'. Para muridNya sepertinya jarang berdoa, sehingga tidak mampu melakukan semua yang baik dan indah itu. Orang diajak untuk selalu berani berdoa dan berdoa, sebab berdoa akan mengarahkan hati setiap orang kepada kebijakan dan hikmat Allah, yang mana hanya dalam kebijakanNya semua tercipta (Sir 1).

 

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, ajarilah kami semakin hari semakin percaya kepadaMu, sebab hanya dalam keperyaanmu kami beroleh keselamatan hidup, dan indahnya hidup di dunia ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Jenis kuasa ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012