Hari Raya Kabar Sukacita, 25 Maret 2017

Yes 7: 10-14  +  Ibr 10: 4-10  +  Luk 1: 26-38

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Kepergian malaikat sepertinya sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan Allah Bapa di surga. Malaikat pergi dengan tujuan yang sudah pasti. Malaikat hendak menemui Maria, dan bukan yang lain. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: 'salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'. Malaikat tidak memperdulikan apakah orang lain ada bersama Maria di rumah atau tidak. Malaikat hanya ingin menjumpai Maria. Malaikat menegaskan Maria adalah orang yang terpilih dan mendapatkan karunia, dan Tuhan Allah besertanya.  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Apakah Maria selama ini belum pernah mendengar kata-kata Tuhan beserta kita atau Tuhan sertamu?

'Jangan takut, hai Maria', tegas malaikat itu kepada Maria, 'sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan'. Hebat dan luar biasa sungguh kasih karunia yang akan diterima oleh Maria. Maria akan mengandung dan melahirkan sesorang Anak; dan Anak itu bukan sembarang Orang: Dia adalah Yesus, yang artinya Allah menyelamatkan umatNya. Dia adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Dialah Pewaris takta Daud, dan Dia akan menjadi Raja. Apakah Maria tidak membaca, atau memang lupa akan sabda Tuhan melalui Yesaya: 'sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel' (Yes 7: 14). Atau memang Maria tidak memperkirakan bahwa seruan itu akan terjadi pada dirinya?

Maria akan mengandung dan melahirkan seorang Anak? Wajarlah kalau spontanitas Maria berkata kepada malaikat itu: 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'. Bisakah seseorang yang tanpa suami tiba-tiba mengandung dan melahirkan seorang anak? Maria tidak meminta bukti, tetapi Maria hanya bertanya dan bertanya bagaimana semuanya itu  bisa terjadi. Pikiran Maria amat lurus, dan tidak sempat memikirkan segala yang di luar semestinya. Jawab malaikat itu kepadanya: 'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah'. Segala-galanya bisa terjadi hanya karena Roh Allah. Allah yang menghendaki. 'Bagi Allah tidak ada yang mustahil'. Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Inilah salah satu bukti yang diberikan malaikat itu. Maria tidak meminta, tetapi dia diberi sendiri oleh malaikat. Allah menghendaki, maka segala-galanya akan terjadi.

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', sahut Maria. Kehendak Tuhan Allah diamini oleh Maria. Maria menerima kemauan Allah bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang Anak. Bagaimana semuanya itu akan terjadi, Tuhan Allah sendiri akan melakukannya dalam Roh dan kebenaran. Apa yang pernah dikatakan Yesus sebagaima direnungkan dalam surat kepada umat Ibrani: 'sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu' (Ibr 10: 9) ternyata telah diucapkan terlebih dahulu oleh Maria.

Jawaban Maria benar-benar menghadirkan kehendak Tuhan Allah kepada manusia. Yesus telah lahir terlebih dahulu dalam hati Maria, baru kemudian dalam rahimnya. Allah yang tersembunyi dalam Yesus Kristus membiarkan diri tinggal dalam keheningan, dalam ketaatan-mati dan ketidakberdayaan dalam diri seorang perempuan, Maria. Allah merendahkan diri dalam kuasa Maria. Misteri Paskah yang hendak kita rayakan: kemauan Allah yang merelakan diriNya dan menjadi tebusan bagi umatNya, yang turun ke alam maut selama tiga hari tiga malam dengan indahnya bisa kita pahami, kalau kita mengerti dengan baik misteri Inkarnasi Tuhan Allah dalam diri umatNya. Bagiaman kita dapat mengerti Kristus Tuhan mau turn kea lam maut, jikalu kita tidak mampu dan berani menerima bahwa Dia yang agung dan mulia, penuh kuasa dan dashyat itu mau merundukkan diri dalam ketidakberdayaan, ketergantungan dan ketaatan-mati kepad seorang seorang perempuan muda dan belum berpengalaman hidup, yang diciptakanNya sendiri. Tuhan Allah sang Pencipta taat dalam kuasa ciptaanNya.

 

 

 


Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau mahakuasa dan kekal. Engkaulah sang Empunya kehidupan ini mau merundukkan diri dalam diri kami manusia. Ajarilah kami, ya Tuhan, untuk semakin memamahi misteri penyalamatanMu yang luhur dan mulia itu. Semoga kabar sukacita yang Engkau terima juga kami amini dalam kehidupan kami sehari-hari.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening