Jumat dalam Masa Prapaskah I, 10 Maret 2017

Yeh 18: 21-28  +  Mzm 130  +  Mat 5: 20-26

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'.

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga', kata Yesus kepada para muridNya. Mengapa Yesus membandingkan para murid dengan kaum Farisi dan para ahli Taurat? Bukankah mereka adalah orang-orang terhormat dalam masyarakat? Apakah Yesus menemukan beberapa catatan miring tentang kaum Farisi dan para ahli Taurat, maka para murid diminta harus lebih baik dari mereka? Apakah tuntutan Yesus ini tidak terlalu tinggi bila membandingkannya dengan para ahli Taurat dan kaum Farisi? Tuntutan kepada para murid lebih tinggi, apakah karena mengingat Yesus datang guna menggenapi kitab Taurat dan kitab para nabi? Tentunya penghayatan akan Injil Tuhan dengan segenap hati akan membuat hidup para murid lebih berkenan kepada Tuhan Bapa di surga.

'Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: pertama, jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; kedua, siapa yang berkata kepada saudaranya: kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan ketiga siapa yang berkata: jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala'. Yesus meminta para murid berani mencabut akar-akar dosa. Sebelum dosa itu tumbuh dan berkembang, baiklah kalau kita berhenti dan tidak melakukannya. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan, apabila kita puaskan maka akan menjadi dosa besar yang mendatangkan maut. Apakah kaum Farisi dan para ahli Taurat selama ini hanya menghukum mereka yang membunuh, yang berkata-kata kafir?

'Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'. Berdamai dengan lawan amatlah sederhana, daripada seseorang harus menjalani hukuman sebagaimana dituduhkan oleh lawan? Berdamai berarti menghentikan segala kemungkinan buruk yang akan menimpa diri kita. Memang kita tidak membiarkan segala sesuatu tumbuh dan berkembang lebih berat dan membebani hidup.

Berdamai dengan sesama saja harus kita perjuangkan, tentunya bagi kita harus berani berjuang berdamai dengan Allah. Tuntutan lawan saja begitu berat, apalagi tuntutan Tuhan, kalau seandainya kita tidak mau berdamai denganNya. 'Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya' (Yeh 18: 21-22). Orang yang berdamai dengan Tuhan akan mendapatkan pengampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukannya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar tidak mengikat dan memupuk segala marah dan kebencian dalam hati, yang menjadi lahan subur untuk akar dosa. Tetapi ajarilah kami untuk mudah mengampuni, supaya kamipun mendapatkan pengampunan dan keselamatan dariMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening