Jumat dalam Masa Prapaskah II, 17 Maret 2017

Kej 37: 17-28  +  Mzm 105  +  Mat 21: 33-46

 

 

 

Lectio:

Suatu kali Yesus bersabda: 'dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." 

Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu". Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

 

 

Meditatio

'Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya'. Itulah kesimpulan dari perumpamaan yang diberikan Yesus tentang para penggarap yang tidak bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan oleh tuannya kepada mereka. Mereka memang tidak segan-segan berteriak:  'dia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita'. Sebuah teriakan yang penuh kerakusan untuk mendapatkan dan menguasai milik orang lain. Komentar mereka menunjukkan, bahwa mereka memahami sungguh arti perumpamaan itu. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh anak-anak Yakub terhadap adik bungsu mereka: 'lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!' (Kej 37: 19-20). Persaudaraan sepertinya tidak mampu menutup kedengkian hati terhadap orang lain. Pengalaman kasih Allah yang diterima seseorang sepertinya seringkali menjadi batu sandungan bagi orang lain, karena perbedaan kasih yang dialami seorang dari yang lainnya.

Mendengar komentar mereka, Yesus bersabda kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'. Penyataan Yesus ini menyatakan bahwa kehendak Tuhan memang sulit kita mengerti dan bukan sesuai dengan kemauan kita tentunya. Batu yang sudah dibuang oleh tukang-tukang bangunan malahan dijadikan batu penjuru. Itulah kemauan Tuhan Allah, dan bukan kemauan kita umatNya. Itulah yang akan terjadi pada Anak Manusia. Dia akan ditolak dan dibuang oleh kaum Farisi dan ahli Taurat, tetapi anak Manusia malahan memakainya sebagai kesempatan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

'Aku juga berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu', sebagaimana yang dikatakan mereka sendiri, bahwasannya kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain. Bukankah kalian itu adalah para penggarap kebun anggur yang tak tahu terima kasih itu? Bukankah kalian itu yang akan menganiaya dan membunuh Aku Anak Manusia? Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Mereka amat sadar bahwa diri mereka adalah orang-orang yang tidak beroleh keselamatan, karena keselamatan telah diberikan kepada orang-orang lain yang akan lebih bertanggungjawab dari mereka.

Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. Mereka takut pada banyak orang, karena memang mereka tidak mempunyai senjata untuk memaksa khayalak ramai. Kelak di kemudian hari, 'mereka akan menyerahkan Anak Manusia juga kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan' (Mat 20: 19).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jauhkanlah kami dari irihati dan dengki, dan keinginan untuk  menguasai yang lain, tetapi ajarilah kami untuk mengasihi satu sama lain, sama seperti Engkau yang telah dibuang dan dihina tetap mengasihi dan menyelamatkan kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

' Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu',

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening