Jumat dalam Pekan Prapaskah III, 24 Maret 2017

Hos 14: 2-10  +  Mzm 81  +  Mrk 12: 28-34

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

 

 

 

 

Meditatio

'Hukum manakah yang paling utama?', tanya seorang ahli Taurat kepada Yesus. Dia menanyakan hukum yang paling utama, ini berarti ada banyak hukum tambahan dengan kualitas yang lebih rendah dari hukum utama itu. Mengapa ahli Taurat itu bertanya seperti itu? Jawab Yesus: 'hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Inilah hukum yang paling utama, yang paling luhur dan paling tinggi tentunya. 'Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini'.

'Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia', sahut ahli Taurat yang membenarkan jawaban Yesus. 'Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan'. Hukum cinta terhadap Tuhan dan sesama lebih mulia dan luhur daripada aneka kurban persembahan apapun. Tidak dapat disangkal memang, pada saat itu kurban bakaran dan aneka persembahan amat digembar-gemborkan, dan bahkan diwajibkan bagi setiap orang dalam menjalankan kewajiban agama. Adakah permainan jahat antara para imam dan mereka yang berjualan di sekitar bait Allah? Bukankah Yesus pernah mengobrak-abrik jualan mereka yang berada di sekitar bait Allah?

'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!', sahut Yesus yang melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu. Yesus tidak melihat orang satu ini hendak mencobai diriNya. Tentunya sebagai ahli Taurat, hukum ini tidaklah asing bagi dirinya. Namun kira-kira apakah alasan  orang satu ini bertanya seperti itu? Kejujuran dan kebijaksanaan diri membuat orang satu ini berani merundukkan diri di hadapan Yesus anak Manusia. Tuhan Allah selalu bermaksud baik bagi umatNya. Dia tidak pernah mempermainkan umatNya, sebab memang Dia hanya menghendaki keselamatan bagi umatNya. 'Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ' (Hos 14: 10). Kiranya segala kebaikan yang kita terima membuat kita semakin berani memahami bahwa memang Dia itu baik.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, lewat Injil hari ini, kiranya kami belajar rendah hati dan semakin bijaksana dalam mengamini sabdaMu, bahwa Engkau yang Maha Kasih dan Penyelamat kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening