Jumat sesudah Rabu Abu, 3 Maret 2017

Yes 58: 1-9   +  Mzm 51  +  Mat 9: 14-15

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa".

 

 

 

Meditatio

'Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?', tanya para murid Yohanes Pembaptis kepada Yesus. Berani juga mereka langsung bertanya kepada sang Guru. Mereka tidak bertanya kepada salah seorang murid Yesus, yang memang satu profesi dengana mereka. Apakah mereka merasa gelisah dengan perilaku para murid Yesus? Atau malah irihati karena ada hal istimwa yang meringankan tindakan para murid. Namun tak dapat disangkal, mereka dengan jujur bertanya dan bertanya kepada Yesus.  Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama bersama sang pegantin laki-laki para sahabat memang tidak perlu berpuasa, demikianlah selama bersama Yesus Kristus, setiap orang tidak perlu berpuasa. Mengapa? bukankah perhatian para sahabat akan selalu terarah kepada sang Pengantin? Bukankah perhatian kita aja tertuju kepadaYesus jikalau kita selalu bersama dengan Dia? Bahkan tentunya Dia akan juga menegur kita langsung, bila kita mulai melirik ke kanan dan ke kiri yang menjauhkan perhatian kita daripadaNya. Sebab juga bukankah mengikuti Yesus berarti melakukan segala yang dilakukanNya? Berpuasa memang harus dimengerti sebagai usaha pengendalian diri agar seluruh hidup kita in hanya terarah kepadaNya. Puasa kita itu hanya kita intensikan demi Kristus Tuhan.

'Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!' (Yes 58). Semunya ini memang terjadi, ketika kita selalu bersama Yesus. Bukankah Yesus juga selalu memperganda roti untuk banyak orang? Bukankah Dia juga mengingatkan kita bahwa segala yang kita lakukan untuk mereka yang hina berarti kita lakukan untuk Dia?  Kita sedang 'berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena' tidaklah akan terjadi kalau kita selalu bersama Yesus.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, buatlah kami selalu bersama dengan Engkau dalam setiap langkah hidup kami. Ajarilah kami selalu berkomunikasi dengan Engkau, sebab memang hanya dalam Dikau kami menikmati yang baik dan indah. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.

 






Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012