Kamis dalam Masa Prapaskah II, 16 Maret 2017


Yer 17 : 5-10  +  Mzm 1 +  Luk 16 : 19-31

 

 

 

 

Lectio

Kata Yesus kepada para muridNya: 'ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'.

 

Meditatio

Dikisahkan ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Apa yang dapat dipetik dan disimpulkan dari orang kaya tersebut? Hidupnya penuh kemewahan, dari jubahnya dengan bahan yang mahal sampai cara hidupnya yang setiap hari bersukaria.  Dan dikatakan, bahwa di situ ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Apa artinya? Bisa disimpulkan bahwa orang kaya tersebut hidupnya selalu berpesta pora, sehingga pengemis menunggu sisa-sisa makanan yang dibuang orang kaya tersebut. Tetapi apa yang terjadi, malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Sipengemis begitu tidak berharganya, sampai anjing jalananpun bebas untuk menjilati borok-borok di tubuhnya. Sungguh ironis, suatu kenyataan hidup yang sangat bertolak belakang antara si kaya dan si miskin. Namun inilah realitas kehidupan yang sering tampak sungguh di depan kita.

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Suatu perubahan yang tiba-tiba terjadi, si pengemis menikmati kemuliaan di surga, sedangkan orang kaya itu menderita di alam maut. Apakah dosa orang kaya tersebut yang membuatnya masuk dalam maut, dalam penderitaan? Apakah karena tidak ada perhatiannya terhadap Lazarus yang mengharapkan sisa makanan dari rumahnya?

Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Itulah sebuah harga yang harus dibayar, selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Harga mahal yang harus dibayarnya dan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Suatu kesadaran untuk peduli terhadap yang lain, saudara-saudaranya, tetapi terlambat dan itu tidak dapat mengubah apapun yang telah terjadi. Sabda para nabi tidak pernah mereka dengarkan, sehingga kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'. Melalui kisah tersebut Yesus mau mengingatkan orang-orang Farisi, bahwa mendengarkan sabda Tuhan amatlah penting dalam hidup ini. Pelaksanaan lahiriah hukum dan agama tanpa mendengar dan melakukan sabdaNya tidak membawa seseorang pada keselamatan. Seperti yang dikatakan nabi Yeremia dalam kitabnya : Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yer 17:5)

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu hari ini kiranya semakin menyadarkan kami untuk bertekun dalam sabda dan melakukan kehendakMu. Dengan memperhatikan  mereka yang membutuhkan kami, sebagai sesama yang bermartabat sama. Amin

 

 

Contemplatio

'Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening