Kamis dalam Pekan Paskah IV, 30 Maret 2017

Kel 32: 7-14  +  Mzm 106  +  Yoh 5: 31-47

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya:  'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.

Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?'.

 

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar'. Kesaksian siapa yang dimaksudkan oleh Yesus? Kesaksian memang harus dari orang lain, dan bukannya dari perkataanNya sendiri.

'Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu'. Mengapa Yesus sampai berkata seperti itu? Apakah Dia tidak mempercayai orang-orang yang dikasihiNya? Kalau kita pikir-pikir, apakah kita mampu bersaksi atau memberi kesaksian tentang Tuhan? Seberapa jauh pengetahuan dan pengenalan kita akan Tuhan sehingga kita mampu memberi kesaksian tentang Dia? Apakah kita lebih besar daripadaNya? Benarlah yang pernah dikatakan oleh Paulus: 'siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?' (Rom 11: 34). Kesaksian kita sepanjang pengalaman dalam menikmati kasihNya. Penyataan Yesus bahwa Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan malahan hendak memantabkan keterbatasan dan kelemahan kita. Yesus membela dan menolong kita. Dan sebaliknya, sabda dan kehendakNya sendirilah yang harus kita dengarkan, dan bukannya kesaksian tentang kasih yang dinikmati seseorang. Hanya sabda Tuhan yang menyelamatkan, dan bukannya kesaksian manusia.  Namun tak dapat disangkal, Yesus amat kagum terhadap Yohanes, bahwa dia adalah pelita, dan 'di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis' (Mat 11: 11).

'Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes', tegas Yesus, 'segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'. Segala kata dan perbuatan seseorang itulah yang memang memberikan kesaksian tentang dirinya. Bukan kata-kata dan perbuatan yang dikerjakan sepintas, melainkan sepanjang ada siang dan malam. Orang yang tidak melakukan apa-apa, tetapi dia berkata mempunyai kesibukan, berarti dia pembohong. Dia pembohong juga, kalau-kalau berani berkata seseorang gitaris, padahal melihat gitar dan memegangnyapun tak pernah. 'Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku'. Bukankah memang Bapa di surga pernah berkata: 'inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (Mat 3: 17).

Dari pekerjaan yang dilakukan seseorang kita dapat mengenal siapakah dia. Dari kata-kata dan tingkah laku seseorang kita dapat juga mengenal siapakah dia. Dari konteks pembicaraannya kita dapat mengenal profesi seseorang. Itulah yang dimaksudkan Yesus dengan sabdaNya tadi: 'pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'. Pada akhirnya, Yesus pun meminta kita, bahwasannya kita adalah murid-muridNya kalau kita saling mengasihi satu sama lain.

'Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu'. Membaca kitab suci dan merenungkannya, tetapi kalau kita tidak mau datang kepadaNya, maka sia-sia juga semuanya. Datang kepadaNya memang tidak lain dan tidak bukan adalah menghayati dan menjalankan segala yang tersurat dalam kitab suci. Tak dapat disangkal, seluruh kita suci berbicara tentang Yesus, karena memang Dia datang hendak menggenapinya (Mat 5: 17), maka sangatlah tepat kalau setiap orang, kita semua datang kepadaNya. Bukankah memang sabdaNya adalah  hidup kekal? (Yoh 6: 68).

'Tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah' tegur Yesus kepada orang-orang sejamanNya itu. Apakah terhadap kita juga? 'Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?'. Semuanya ini mereka ungkapkan dalam aneka kegiatan keagamaan yang dilakukan. Mereka hanya mencari upah dari sesamanya, dan bukannya dari Tuhan (lih Mat 6). Sikap mereka memang sepertinya hanya sebatas tindakan dan perilaku moral saja, dan itupun penuh dengan kemunafikan, dan jauh dari kerinduan akan keselamatan abadi.

'Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?'. Yesus membongkar kemunafikan mereka. Sebab bila memang mereka mengamini hukum Taurat, mereka pasti akan menerima dan bangga dengan kehadiran Anak Manusia, sebab sekali lagi Dia datang hanya untuk menggenapi hukum-hukum Perjanjian Lama. Orang yang mengerti sungguh hukum Taurat dan kitab para Nabi akan merasa bangga ketika mendengarkan Yesus Kristus. Sebab memang Dia yang dinubuatkan telah datang dan hadir di tengah-tengah umatNya.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang untuk keselamatan kami umat manusia, kiranya kami tidak hanya memahami sabdaMu, tetapi berani datang kepadaMu, karena hanya Engkaulah sumber keselamatan dan kehidupan bagi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening