Kamis dalam Pekan Prapaskah III, 23 Maret 2017

Yer 7: 23-28  +  Mzm 95  +  Luk 11: 14-23

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Banyak orang kagum terhadap Yesus. Sebab Dia bukan hanya mengajar, melainkan juga mengadakan mukjizat yang menggemparkan. Orang yang mampu mengusir kuasa kegelapan itu tentunya mempunyai kuasa yang lebih hebat. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'. Pikiran mereka tidak sampai kepada Allah. Mereka hanya sampai pada kuasa kegelapan. Atau memang juga sering bermain kuasa kegelapan, sehingga pemikiran mereka hanya sampai di situ? Kalau Yesus mampu mengalahkan kuasa kegelapan, tentunya Yesus bekerja sama dengan pimpinan kuasa kegelapan itu sendiri. Kalau tidak bagaimana semuanya itu bisa terjadi, maka dari antara mereka ada yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: 'setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh'. Inilah rumusan umum. Harus ada kesatuan bersama dalam menghadapi segala kenyataan hidup ini. Demikian juga, 'jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan'. Maukah kuasa kegelapan dihancurkan? 'Kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?', tegas Yesus. Seolah-olah Yesus hendak mengatakan: kalau Aku, Tuhan saja kamu tuduh bekerjasama dengan kuasa kegelapan, bagaimana lagi dengan para pengikut kalian yang sering termakan oleh aneka kecenderungan insani dan selalu bersikap munafik itu? Ingat,  'merekalah yang akan menjadi hakimmu'.

'Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'. Kehadiran Allah yang meraja ditampakkan secara nyata oleh kehadiran Yesus Kristus. Allahlah sang Penguasa seluruh ciptaan ini. 'Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap  bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'. Kemampuan Allah menguasai kuasa kegelapan semakin menunjukkan kepada mereka, bahwa memang Allah itu adalah Raja dari seluruh bumi dan segala isinya. Segala makhluk hendaknya merunduk hanya kepadaNya.

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'. Penegasan Yesus mengajak kita seluruh umatNya untuk ambil bagian dalam karya penyelamatanNya. Hanya bersama Yesus kita beroleh keselamatan, hanya bersama Dia ada kehidupan yang lebih indah dan membahagiakan. Kapan kita selalu bersama Yesus? Kapan kita tidak melawan Dia? Tentunya ketika kita mengamini sabda dan kehendakNya. Itulah yang pernah disampaikanNya juga kepada umatNya di jaman Yeremia. 'Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya' (Yer 7: 24).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk lebih memahami dan mengamini sabdaMu yang menyelamatkan, dengan mengandalkan Engkau serta turut ambil bagian dalam karya penyelamatanMu dan berbagi terhadap sesama, khususnya di masa pra Paskah ini. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012