Rabu dalam Pekan Paskah IV, 29 Maret 2017

Yes 49: 8-15  +  Mzm 145  +  Yoh 5: 17-30

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku".

 

 

 

Meditatio

'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga', tegas Yesus kepada para muridNya dan kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya. Pekerjaan Bapa yang dilakukanNya sampai sekarang? Apakah setelah hari ketujuh dari karya penciptaanNya, Tuhan Bapa di surga masih bekerja? 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak'. Pekerjaan Bapa adalah yang dikerjakan Yesus sang Anak. Kita dapat mengenal Bapa hanya melalui dan dalam Anak. Bukankah Yesus adalah Tuhan Allah yang menjadi Manusia? 'Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran', tegas Yesus. Contohnya, 'sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya'. Itulah yang pernah dilakukan Yesus terhadap anak perempuan Yairus dan Lazarus.

Dalam kehidupanNya di dunia apakah Yesus begitu bergantung pada Bapa? Apakah Yesus tidak mempunyai kemandirian hidup? Adakah Yesus melakukan sesuatu di luar program dan kehendak Bapa? Apakah pengalaman Zakheus dan perempuan Feronisia sudah diprogramkan oleh Allah? Bukankah kedua orang itu tiba-tiba muncul di tengah-tengah perjalanan Yesus? Apakah minimal kedua peristiwa itu tidak dapat kita sebut sebagai kemandirian Yesus Anak Manusia? Kemandirian Yesus ditampakkan pertama, bahwasannya 'Bapa pun tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia'. Sebuah penyataan Yesus yang menegaskan, bahwa segala sesuatu yang dikerjakan Yesus itu sebagaimana kehendak Bapa, bukanlah dimaksudkan Yesus seperti robot yang tidak mempunyai kreativitas pribadi. Segala sesuatu yang dilakukan Yesus hanya untuk menyelamatkan umat manusia, dan itulah kehendak Tuhan Bapa di surga.  Tak dapat disangkal memang terjadi kesesuaian selalu apa yang dilakukan Yesus dengan segala kehendak Bapa. 'Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'. Bukankah  Yesus juga selalu menegaskan, bahwa Dia ada di dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia?

Kedua, bahwasannya 'barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'. Kepercayaan membuat seseorang tinggal di dalam Yesus, sebab memang percaya kepadaNya berarti mengikuti kehendakNya dan melakukan segala yang dikerjakanNya. Sebagaimana Kristus Tuhan itu sang Empunya kehidupan, maka barangsiapa percaya kepadaNya berarti tinggal dalam kehidupan, dan bukan kematian.

Ketiga, penegasan Yesus bahwa 'saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup'; demikian juga  'semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum'. Semuanya itu bisa terjadi, karena 'sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri'. Kehadiran Yesus adalah kehadiran Bapa sendiri, karena itu Yesus pernah menegaskan kepada para muridNya barangsiapa memandang diriNya memandang Bapa.

Kehadiran Yesus seharusnya membawa sukacita banyak orang di jamanNya.  Bukankah kehadiranNya membawa sukacita. Namun yang terjadi sebaliknya,  orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Inilah ketidakmampuan manusia menerima kehadiran Allah yang dapat dinikmati oleh inderawinya. Kita manusia mengandalkan kekuatan insani dalam aneka hal, tetapi kenyataannya kehadiran Allah yang benar-benar menjadi Manusia malah mengalami perlawanan. Inilah ketidaksetiaan kita manusia dalam menghadapi kenyataan hidup.

Kiranya persoalan di jamanNya tidaklah terjadi lagi di jaman sekarang ini, yang memang merindukan keselamatan. Kiranya kenyataan hidup sekarang ini yang lebih menantang membuat kita untuk semakin menyadari, mengakui dan merasakan bahwa Kristus Tuhan ada di tengah-tengah kita dan menyertai kita. Semua hanyalah karena kasih Allah kepada kita umatNya. Kasih yang seringkali melebihi kemampuan insani dalam memahamiNya. 'Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau' (Yes 49: 15). Inilah kasih Allah yang mengatasi kemampuan kita manusia.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, karena kasihMu yang besar, Engkau sendiri yang adalah Bapa rela datang ke dunia demi keselamatan umat manusia. Maka ajari dan teguhkanlah iman kami untuk semakin lagi mendengarkan sabda dan melaksanakan kehendakMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012