Sabtu dalam Masa Prapaskah I, 11 Maret 2017


Ul 26: 16-19 +  Mzm 119  +  Mat 5: 43-48

 

 

 

Lectio:

Suatu kali dalam pengajaranNya, Yesus berkata pada murid-muridNya : 'kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

 

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu', tegas Yesus. Mengapa Yesus memberi perintah seperti itu, yang sangat berlawanan dengan hukum aturan duniawi? Untuk mengasihi dan mendoakan seorang musuh? Mengasihi dan mendoakan seseorang yang kita benci, tentunya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Namun di sinilah kiranya Yesus menggenapi dan menyempurnakan segala yang telah tersurat dalam kitab para Nabi dan hokum Taurat. Yesus benar-benar mau menyempurnakannya. Yesus menggenai hokum-hukum itu, karena Yesus menghendai agar 'kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'. Allah Bapa tidak pernah membedakan orang yang baik dan orang yang tidak baik dalam mengasihinya. Kitapun sebagai anak Allah diminta supaya berani untuk mempunyai tindakan kasih dalam diri kita, agar dengan kasih kita, manusia menjadi serupa dengan Allah. Percaya kepada Tuhan Bapa di surga berarti melakukan segala yang dilakukanNya, dan bukan hanya percaya kepadaNya, yang mana hanya Dia bisa kerjakan, tetapi saya tidak bisa. Percaya kepada Tuhan berarti ingin melakukan segala yang dikerjakanNya.

'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?'. Sebagai anak-anak Allah, pengikut Kristus, kita diminta untuk tampil beda daripada orang lain dengan berani memberi kasih dan perhatian pada orang yang menjadi musuh kita, dan tidak hanya seerti kaum Farisi dan para ahli Taurat. Sebagaimana Yesus menggenapi hokum Taurat, demikianlah kita harus berani menggenapinya juga.  'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'. Manusia menjadi sempurna kalau memiliki sifat Allah yang penuh kasih. Hal yang sama pun sebenarnya pernah disampaikan Tuhan Allah sendiri dalam kitab Ulangan 26:16-17. KataNya: 'pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturanNya, dan mendengarkan suaraNya'.

Pantang dan puasa adalah usaha pengendalian diri agar kita mampu mengurangi dan menghilangkan segala karya dan tindakan kita yang tidak sesuai dengan Tuhan, dan menyelaraskannya dengan kehendak Tuhan. Melakukan segala sesuatu yang berkenan kepadaNya berarti melakukan kehendak Tuhan Allah sendiri.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk mampu mengasihi dan mengampuni, seperti Engkau sendiri yang mau datang ke dunia demi keselamatan umat manusia. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'.


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening