Sabtu sesudah Rabu Abu, 4 Maret 2017


Yes 58: 9-14   +  Mzm 86  +  Luk 5: 27-32

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Apakah Lewi seorang pemungut cukai? Sepertinya pasti seorang pemungut cukai. Mana mungkin seorang Farisi nongkrong duduk di kantor cukai? Selain enggan duduk-duduk di situ, mereka yang bukan para pemungut cukai tidak mau disebut sebagai kaum pendosa sama dengan para pemungut cukai.

'Ikutlah Aku!', kata Yesus, dan berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Sulit masuk akal, seorang Lewi dengan mudahnya meninggalkan segala sesuatu dan langsung mengikuti Yesus. Apakah dia tahu apa yang dikehendaki bagi dirinya? Atau malah dia merasa mendapatkan sapaan yang menyelamatkan, sehingga berani memilih yang terbaik? Namun itulah pengalaman iman, yang seringkali sulit kita masukkan dalam benak kita; dan itulah memang yang mustahil bagi banyak orang, tidak mustahil bagi orang-orang yang percaya kepada Allah. Tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang percaya.

Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Lewi bersyukur kerena sapaan Yesus Guru. Dia secara sengaja mengadakan pesta besar, karena panggilan sang Guru kepada dirinya. Tuhan yang memanggil  pasti hendak membahagiakan umatNya selalu. Layaklah kalau sekarang dia berpesta. Tuhan memberi, terpujilah Dia selama-lamanya.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: 'mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Kaum Farisi dan para ahli Taurat tidak berani menegur langsung kepada Yesus, tidak seperti para murid Yohanes kemarin. Mengapa mereka para murid membiarkan sang Guru berkumpul dan makan bersama dengan para pendosa, bukankah ini merupakan yang tidak pantas dan layak? Masakan Sang Kehidupan menyatukan diri dengan kematian dan dosa? Sang Empunya kehidupan menyapa orang yang melawan dan menolakNya. Sang kehidupan merangkul orang-orang yang hendak binasa karena dosa. Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'. Yesus sengaja mengundang semua orang tanpa terkecuali, khususnya mereka yang hampir jatuh tenggelam dalam kebinasaan, karena memang Dia menghendaki semua orang beroleh selamat. Seluruh umat manusia adalah orang-orang yang dikasihiNya, Allah tidak pernah membenci umatNya.

Sikap Yesus inilah yang kiranya hendaknya menjadi spiritualitas hidup bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Kalau Yesaya saja dalam kitabnya hari ini (bab 58) mengajak kita untuk berhenti berbuat curang terhadap sesama, malahan berani berbuat baik, maka Allah akan melimpahkan berkatNya kepada kita, apalagi kalau kita berani bersikap seperti Yesus yang tidak memandang muka dalam mengasihi sesama. Semua orang harus selamat, itulah yang harus menjadi prinsip hidup kita. Kalau Ireneus mengatakan bahwa Tuhan tidak seharusnya memerlukan kita, karena kesempurnaanNya, tetapi tidaklah dilakukanNya seperti itu kepada kita semua orang-orang yang dikasihiNya. Dia mencintai kita, yang kiranya harus mendapat sambutan dari kita, karena memang kita adalah orang-orang yang memerlukan belaskasihNya yang melimpah.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, beriman kepadaMu memang tak mungkin mengadalkan akal budi. Kami sering bertabrakan dalam memahami kehendakMu. Ajarilah kami untuk semakin berani mengutamakan iman kepercayaan kami dalam mendengarkan sabdaMu, sehingga kami akan menemukan kebenaran dalam sabdaMu itu, dan siap menikmatiNya. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012