Selasa dalam Masa Prapaskah II, 14 Maret 2017

Yes 1: 16-20  +  Mzm 50  +  Mat 23: 1-12

 

 

 

Lectio:

Suatu kali berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 

Meditatio

Suatu kali berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya'. Sebuah penegasan untuk mengingatkan para muridNya. Alasan inilah kiranya juga  yang sepertinya dijadikan Yesus, agar para murid dalam hidup keagamaannya melebihi para ahli kitab dan orang-orang Farisi. Mereka orang-orang yang mengenal kitab suci, mereka menduduki posisi social religi yang amat tinggi malahan, bukannya memberi contoh baik, sebaliknya mereka melakukan aneka kejahatan. 'Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil guru'. Kaum Farisi dan para ahli kitab benar-benar hanya tebar pesona dalam hidup sehari-hari. Mereka ini adalah kaum munafik.

'Tetapi kamu, janganlah kamu disebut guru; karena hanya satu Gurumu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'. Hendaknya kita tidak mencari muka dalam karya pelayanan terhadap sesama. Malah sebaliknya kita melayani dengan ketulusan hati dan semuanya itu kita arahkan kepada sang Guru kehidupan ini, yakni Yesus Kristus. Sebab Dia sendiri telah menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Sebagaimana Kristus sendiri melakukan semuanya itu, maka hendaknya kita orang-orang yang percaya kepadaNya melakukan hal yang sama. 'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

'Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang'  (Yes 1: 19-20). Itulah yang dikatakan Tuhan Allah sendiri yang disampaikan pada umatNya agar berani bertobat.  Mengapa ancaman semacam itu tidak disampaikan Yesus kepada para muridNya? Kiranya Yesus tahu budaya umat manusia telah tumbuh dan berkembang, di mana akal budi dan hati umatNya  semakin menjiwai hidup mereka.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani bersikap apa adanya dan tulus dalam karya pelayanan kami kepada sesama, sebab seperti Engkau sendiri yang datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.  Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening