Senin dalam Masa Prapaskah II, 13 Maret 2017

Dan 9: 4-10  +  Mzm 79  +  Luk 6: 36-38

 

 

 

Lectio:

Suatu kali Yesus bersabda: 'hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

 

 

 

Meditatio

Suatu kali Yesus bersabda: 'hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'. Sebuah permintaan Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua, agar kita bersikap murah hati seperti Allah sendiri murah hati. Murah hati itu melebihi adil, sebagaimana yang pernah kita dengar dalam perumpamaan tentang kemurahan hati Tuhan yang diberikan kepada orang-orang yang bekerja masuk kerja, mulai sore hari sama dengan mereka yang masuk mulai pagi hari. Murah hati berarti memberikan dan bertindak melebihi yang diminta atau yang ditargetkan.

'Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'. Inilah keadilan. Apa yang yang kita kehendaki orang berbuat kepada kita, itulah juga yang kita lakukan terhadap orang lain; dan sebaliknya, apa yang tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita, janganlah kita melakukannya kepada mereka.

Seseorang memang akan bersikap murah hati, bila memang dia mempunyai jiwa yang penuh cinta kasih. Bukankah 'kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu' (1Kor 13: 4.7). Orang yang penuh cinta akan dengan mudah dan berani melakukan segala sesuatu yang baik bagi orang lain. Dia sadar, bahwa dirinya ada untuk orang lain. Dia mau menjadi berkat bagi sesamanya.

Keyakinan bahwa Tuhan itu murah hati dan penuh kasih sayang disadari sungguh oleh Daniel, yang mengatakan: 'ada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya' (Dan 9: 9-10). Daniel berani memohon dan memohon, walau dia sadar akan segala dosa dan kesalahannya. Sebagaimana Tuhan menjadi harapan dari umatNya, demikian juga bila kita berani bersikap murah hati terhadap sesama, kehadiran kitapun akan menjadi sukacita bagi kebersamaan hidup.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari ini kiranya menjadi pelita hidup kami dalam bermurah hati dan mengasihi sesama, belajar menyerupai Engkau sendiri yang terlebih dahulu mengasihi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012