Hari Raya Paskah, Kristus Bangkit, 15 April 2017

Kis 10: 37-43  +  Kol 3: 1-4  +  Yoh 20: 1-9

 

 

 

Lectio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 

 

                         

Meditatio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Berani  juga perempuan satu ini, pergi seorang diri, di pagi-pagi hari yang masih gelap itu. Dia pergi pagi-pagi sepertinya agar tidak diketahui oleh orang lain. Namun betapa kagetnya dia melihat batu penutup kubur tidak berada di tempat semestinya. Batu itu telah terbuka. Maria berani berkata demikain, karena tentunya dia melihat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi semua di hari pemakamanNya. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: 'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Jiwa Maria terhentak dengan keberadaan seperti itu. Namun darimana dia tahu bahwa jenasah Yesus telah diambil orang? Bukankah dia tidak menengok ke dalam kubur?  Bisa saja tentunya jenasah masih tergeletak di dalam kubur yang tidak tertutup lagi. Tanpa banyak tanya, berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Ke mana para murid yang lain? Ke mana Yakobus?

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Mengapa murid satu ini tidak masuk dalam kubur? Kenapa dia bisa lari lebih cepat dari Petrus? Apakah murid satu ini lebih sehat dan muda daripada Petrus? Apakah sudah tampak hirarki dalam diri para murid? Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Semuanya tertata dengan rapi, tidak ada yang berantakan. Kenyataan seperti ini apakah masih memahami perkataan Maria, bahwa jenasah Yesus diambil orang? Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Segala yang baik dan indah, lagi rapi menunjukkan adanya yang mengatur dan membuat segalanya baik adanya. Ketiadaan Yesus di dalam kubur, yang mana semuanya tertata dengan rapinya di tempat Dia dibaringkan, meunjukkan bahwa Dia memenuhi dan menggenapi segala yang tersurat dalam kitab. Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati telah digenapi sekarang oleh Yesus Kristus. Segala yang hanya dipikirkan manusia itulah yang dapat diterima manusia; sebaliknya yang dipikirkan Allah tidak mudah dicerna oleh manusia. Segala yang dkatakan Yesus kepada murid-muridNya bahwa 'Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga' (Mat 16: 21), yang dahulu ditolak mentah-mentah oleh Petrus, sekarang telah terjadi dengan rapinya, dan inilah yang sekarang dilihatnya murid yang dikasihiNya, dan akhirnya percaya.

Sebagaimana murid yang dikasihiNya itu percaya kepada Kristus yang bangkit, hendaknya kita juga semakin percaya dan percaya kepadaNya. Caranya bagaimana? Paulus menngjarkan 'sebagaimana kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi'. Bukankah 'kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan' (Kol 3: 1-4). Kita tetap melakukan aneka kegiatan sehari-hari, tetapi kiranya perhatian kita pada sang kehidupan hendaknya tidak terabaikan.itulah artinya memikirkan perkara yang di atas. Bukankah memang Dialah sang kehidupan kita?

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kamipun seringkali terlalu fokus dengan permasalahan yang sedang dihadapi sehingga tidak bisa melihat segala sesuatu dengan baik. Ajarilah, agar perhatian kami tidak terabaikan oleh perkara kehidupan ini, terlebih lagi dalam memahami misteri kebangkitanMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012