Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Kel 12: 1-14  +  1Kor 11: 23-26  +  Yoh 13: 1-15

 

 

 

Lectio

Pada saat  Yesus disalibkan dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.  Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."  Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi." Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."

Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada saat  Yesus disalibkan, Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: 'Yesus, Orang Nazaret, Raja orang Yahudi'. Mungkinkah Pilatus menuliskan  Yesus, Orang Betlehem, Raja orang Yahudi? Bukankah memang Yesus adalah kelahiran Betlehem? Mungkinkah orang-orang Yahudi akan menurunkan Yesus dari salib, kalau Pilatus menuliskan  Orang Betlehem? Bukankah tua-tua bangsa Yahudi tahu bahwa 'Betlehem, tanah Yehuda, bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatNya Israel?' (Mat 2: 6). Seperti asal usul tidak akan mempengaruhinya. Maria sendiri yang tahu di mana Anaknya dilahirkan juga tidak berkomentar ketika Anaknya disebut Orang Nazaret.

'Apa yang kutulis, tetap tertulis', kata Pilatus. Sekali Raja, Dia tetap Raja. Sebuah pernyataan yang dapat kita artikan sekarang bahwa Yesus adalah Raja Abadi, dari awal sampai selama-lamanya. Dialah Raja Kekal, walau memang Dia harus memanggul salib, dan bahkan kini Dia bergantung di kayu salib. Sebagai Raja, Yesus pun tidak memberontak terhadap perlakuan yang diterimaNya. 'Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya' (Ibr 5: 8). Kesetiaan sebagai Orang yang dikurbankan demi keselamatan umat manusia dinikmatiNya. Yesaya menuliskan: 'Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya' (Yes 53: 7.9).

Dalam perjalanan salibNya, Yohanes pun tidak menceritakan bahwa Dia jatuh sampai tiga kali, dan tidak ada Simon Kirene yang membantuNya. Jalan Salib harus dilalui Yesus, sebagaimana dikehendaki Bapa. 'Aku haus!'. Itulah realitas hidup. Dia mengalami rasa sakit dan haus. Dia manusia sama seperti kita; dan pada akhirnya berkatalah Yesus: 'sudah selesai', lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yesus menyelesaikan tugasNya di dunia, sebagai kurban tebusan bagi umat manusia, 'dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, yakni kematianNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya' (Ibr 5: 9).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau setia memikul salibMu sampai di Golgota, dengan wafat dan bangkit mulia, kami memperoleh keselamatan. Terima kasih ya Yesus atas rahmat kasihMu ini. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sudah selesai',

lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening