Jumat dalam Pekan Paskah V, 7 April 2017

Yer 20: 10-13  +  Mzm 18  +  Yoh 10: 31-42

 

 

 

Lectio

Suatu hari sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah -- sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan --,  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: 'banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?'.  Jawab orang-orang Yahudi itu: 'bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah'. Pintar juga orang-orang itu menjawab pertanyaan Yesus. Benar juga apa yang mereka katakan, sebab siapakah diantara kita juga akan berdiam diri kalau mendapatkan perlawanan seperti itu. Adakah orang akan berdiam diri kalau seseorang mengkata-katai iman kepercayaan kita? Adakah kita tidak terganggu  bila muncul di hadapan kita seseorang yang mengatakan dirinya adalah Yesus, yang kata-katanya dan perbuatannya menyerupai Dia, tetapi ajarannya ada yang bertolak belakang dengan yang kita Imani sekarang ini?  

Kata Yesus kepada mereka: 'tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: kamu adalah allah?  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah -- sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan --,  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?'. Perbandingan yang diberikan Yesus amat tepat. Kalau pendengar sabda saja disebut allah, tentunya apalagi Yesus, yang diutus Allah. Mungkin bagi kita tidaklah sulit, tetapi tidak demikian dengan orang-orang sejamanNya.

'Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa'. Yesus meminta mereka mengakui diriNya, karena pekerjaan-pekerjaan Bapa yang dikerjakanNya. Yesus bukannya menghendaki pujian, Yesus hanya mengingatkan segala pekerjaan yang dilakukanNya adalah seturut kehendakNya; dan hanya Dia yang datang berasal daripadaNya dapat melakukan semuanya itu. Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Waktunya belum tiba, maka segala-galanya tidak akan terjadi.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: 'Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar'. Bukankah memang Yohanes pernah berkata, bahwa Dia yang datang sesudah aku, lebih besar daripadaku. Membuka tali sandalNya pun aku tidak layak. Sebab memang Dia telah ada sebelum aku. Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya. Mereka menjadi percaya karena tanda-tanda yang dikerjakanNya.

Kita bukanlah seperti orang-orang sejaman Yesus. Kita adalah orang-orang yang percaya. Kiranya yang perlu kita usahakan adalah kepercayaan diri kita yang hari demi hari harusnya semakin mendalam. 'TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku' (Yer 20: 10-11). Keberundukan diri kepada Tuhan inilah kiranya harus menjadi spiritualitas hidup kita.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, perteguh iman kami kepadaMu, bahwa Engkaulah Putra yang diutus Bapa ke dunia untuk melakukan pekerjaanNya yaitu, karya penyelamatan. Dan kami semakin taat dan merunduk di hadapanMu, yang adalah Tuhan dan Penyelamat kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening