Kamis dalam Oktaf Paskah, 20 April 2017

Kis 3: 11-26  +  Mzm 8  +  Luk 24: 35-48

 

 

 

Lectio

Pada malam itu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.  Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini".

 

 

Meditatio

Pada malam itu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.  Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: 'damai sejahtera bagi kamu!'.  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku'. Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Para murid semua terdiam dan tidak ada yang berkata-kata. Mengapa ke dua murid yang pulang dari Emaus tidak menyapa Yesus? Mengapa mereka berdua tidak bangga, dan mengatakan bukankah kita kemarin bertemu di Emaus? Kehadiran Yesus memang selalu membawa damai sejahtera. Yesus menunjukkan bekas luka-luka yang dideritaNya. Apakah semua hendak membuktikan, bahwa Dialah memang yang kemarin itu didera dan disalibkan oleh banyak orang. DiriNyalah memang dan  bukan yang lain.

Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: 'adakah padamu makanan di sini?'. Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus yang tidak terikat ruang dan waktu, yang dapat masuk rumah tanpa harus membuka pintu, ternyata masih dapat menikmati makanan. Dia tidak terikat ruang dan waktu, tetapi tetap dapat dilihat dan diraba, dan masih ditangkap oleh kelima indra manusia. Inilah tubuh kebangkitan. Ia berkata kepada mereka: 'inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur'. Aku datang bukan untuk meniadakan hukum taurat dan kitab para Nabi, melainkan menggenapinya.  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Mengapa baru sekarang Yesus membuka hati dan pikiran mereka? Bukankah kiranya akan semakin terasa indah, bila memang mereka sudah mengenal kitab suci semenjak semula. Namun kiranya Tuhan Allah mempunyai perhitungan tersendiri terhadap umatNya. Maka benarlah juga yang dikatakan Yesus, barangsiapa meniadakan kitab Taurat dan kitab para Nabi dia akan menjadi terkecil dalam Kerajaan Allah.

'Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga', tegas Yesus, dan semuanya itu memang tersurat dalam kitab suci. Adakah yang terlambat dalam mengenal Dia? Tidak ada. Sebab 'dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem'. Orang diundang dan diundang untuk berani bertobat dan mengenal sang Empunya kehidupan ini. Karya penebusan telah dilimpahkan kepada seluruh umat manusia, dan sebaliknya setiap orang tinggal berani menikmatinya dengan penuh syukur. Akan tidak ada yang terlambat, dan bahkan mereka yang telah lama berkubang dalam dosa, diajak untuk kembali kepadaNya dengan rahmat pertobatan yang telah diberikan kepada setiap orang.

'Kamu adalah saksi dari semuanya ini', tegas Yesus kepada setiap murid, termasuk kita tentunya, agar berani mewartakan karya keselamatan yang telah disampaikan Tuhan Yesus sang Empunya kehidupan ini. Semua orang diajak untuk menikmatinya dengan penuh syukur.

'Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi' (Kis 3: 13-15). Inilah keberanian para murid yang langsung mereka praktekkan, bahwa memang mereka adalah orang-orang yang menikmati rahmat kebangkitan; malah mereka menantang semua orang untuk berani bertobat dan percaya kepada Yesus. 'Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus' (Kis 3: 19-20).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu selalu mendatangkan damai dan sukacita bagi setiap orang. Singkirkanlah segala keraguan, agar kami sungguh dapat menikmati sukacita kehadiranMu dengan penuh syukur. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Damai sejahtera bagi kamu!'.





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening