Kamis dalam Pekan Paskah II, 27 April 2017


Kis 5: 27-33  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 31-36

 

 

 

Lectio

Kata Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang mendengarkan pengajarannya: 'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.  Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

 

 

Meditatio

Kata Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang mendengarkan pengajarannya: 'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi'. Amat logis pemikiran dan permenungan Yohanes Pempabtis. Dia yang berasal dari atas, dan dia yang berasal dari bawah, tentunya berbeda. Apalagi, kalau Dia 'yang datang dari sorga adalah di atas semuanya'.  Dia pasti mempunyai kehebatan dan keunggulan tertentu daripada mereka yang berasal dari bawah.  Bukankah Dia itu Yang ditus oleh Allah?

'Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu'. Itulah kita manusia. Banyak orang tidak percaya akan kesaksian indera pendengarannya sendiri. 'Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu berarti bahwa ia mengaku Allah adalah benar'. Sebab bukakah Dia itu memang Allah yang menjadi Manusia?  Bukankah memang Dia itu ada sebelum aku, tegas Yohanes. Dia itu 'diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas'. Bukankah memang hanya kepadaNyalah Bapa berkenan, sebagaimana dinyatakanNya sendiri ketika Dia menerima baptisan di sungai Yordan? Aku melihat dan mendengarnya sendiri, tegas Yohanes.

'Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya', maka bersyukurlah 'yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Kepercayaan menjadi syarat bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan abadi bersama Allah. Yohanes malah berani melihat dan yakin bahwa Allah tidak segan-segan menghukum mereka yang tidak percaya, walau tidaklah demikian sebagaimana dikatakan Yesus sendiri. Yesus menegaskan, bahwa mereka yang menjauhi Terang dan menenggelamkan diri dalam kegelapan yang berujung pada kematian akan masuk dalam kebinasaan dan tiada kebangkitan bagi mereka.

Tertusuk hati, apakah dapat dikategorikan  terhantam oleh  murka Allah, karena memang mereka semua telah mendengarkan kata-kata murid yang mengatakan bahwa mereka, para murid, lebih baik taat kepada Allah daripada taat kepada manusia, dan mereka adalah saksi-saksi kebangkitan Yesus Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul 5? Allah hanya menghendaki keselamatan bagi setiap orang, dan Dia meminta agar setiap orang, kita semua, percaya kepadaNya.

 

 

 Oratio

Ya Tuhan Bapa di surga, kami memang mempunyai iman kepercayaan, tetapi tak jarang iman kurang meneguhkan hidup kami, karena kami seringkali menoleh ke kanan dan ke kiri sebagaimana kepuasan diri. Ajarilah, ya  Tuhan untuk semakin percaya kepadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Siapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'.

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012