Kamis dalam Pekan Paskah V, 6 April 2017

Kej 17: 3-9  +  Mzm 105  +  Yoh 8: 51-59

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya', tegas Yesus kepada mereka orang-orang Yahudi yang mendengarkanNya. Mendengarkan Sabda Tuhan berarti mendengarkan dan menikmati Sabda kehidupan kekal. Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: 'sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?'. Komentar mereka ini menunjukkan bahwa mereka semua sepertinya sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan mereka mengakui bahwa Yesus lebih tinggi dari Abraham dan para nabi. Mereka juga kagum terhadap Abraham, karena memang Abrahamlah bapa para bangsa yang dikagumi Israel, mengingat sabda Tuhan sendiri: 'Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka' (Kej 17: 6-8). Jawab Yesus: 'jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya'. Bapa yang mengutus Yesuslah yang mempermuliakan Yesus, sebab Yesus melakukan segala kehendakNya. Yesus menyatakan bahwa hanya dengan melakukan kehendak Bapa menjadi satu-satunya bukti nyata bahwa Dia mengenal Bapa. Tentunya demikian pula kalau kita berkata mengenal Kristus. 'Inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya' (1Yoh 2: 3).

'Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita'. Penegasan Yesus ini langsung mendapat komentar orang-orang Yahudi dengan berkata: 'umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?'. Hanya saja mereka membalik, bukannya Abraham yang melihat, melainkan Yesuslah yang melihat Abraham. Apakah komentar mereka ini tidak akan disampaikan seandainya Petrus, Yohanes dan Yakobus menceritakan pengalaman mereka ketika melihat Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung bersama Musa dan Elia? Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada'. Bukankah 'Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran' (Yoh 1:14)

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kamipun seringkali mengaku pengikut Kristus dan mengenal Engkau, tetapi kami kadangkala tidak melakukan kehendakMu, kami lalai. Ampuni kami ya Yesus dan tolonglah kami agar lebih sungguh lagi dalam pengenalan akan Engkau, dengan menaati dan melakukan perintahMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening