Malam Paskah, Kristus Bangkit, 15 April 2017

Kej 1: 26-31  +  Rom 6: 3-11  +  Mat 28: 1-10

 

 

 

Lectio

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."

 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

 

 

 

Meditatio

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Ini peristiwa di malam hari, menjelang pagi hari. Lalu mengapa juga Maria Magdala dan Maria lain pergi malam-malam hari? Apakah mereka masih ketakutan dengan banyak orang? Tak dapat disangkal memang peristiwa yang terjadi pada sang Guru benar-benar menggelisahkan banyak orang. Saya tidak mengatakan bahwa peristiwa itu begitu mencekam, karena memang peristiwa penyaliban adalah hal yang biasa dalam hukum Romawi.

Terjadilah gempa bumi yang hebat, sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Inilah kehadiran ilahi yang menggetarkan. Inilah kehadiran yang menjadi konsep banyak orang, bahwasannya kehadiran Tuhan itu selalu menggoncangkan dunia. Maka sulitlah dimengerti kehadiran Tuhan Allah dalam kelemah-lembutan yang tak berdaya. Sulit dimengerti Allah yang tersembunyi di Nazaret, apalagi Allah yang menyelamatkan bergantung di kayu salib.

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: 'janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya'. Segala yang pernah dikatakan Yesus, bahwa memang Dia akan bangkit di hari ketiga setelah kematianNya itu, sekarang telah terbukti. Dia sungguh bangkit. Malaikat tidak menyebut lagi Orang Nazaret atau Raja Yahudi. 'Mari, lihatlah tempat Ia berbaring'. Para perempuan diminta melihat bukti-bukti kebangkitanNya. Makam kosong. Orang hidup memang tempatnya tidaklah di kuburan. Kuburan adalah tempat orang mati. Perempuan-perempuan diingatkan, Yesus adalah Allah orang hidup, maka Dia tidak ada di kuburan, dan kita tidak akan menemukan Dia di dalam kubur. 'Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu'. Warta sukacita hendak segera disampaikan kepada para murid.

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Perempuan-perempuan itu tidak menyia-nyiakan waktu juga. Sekarang mereka mendengar dan melihatnya, sekarang juga warta sukacita itu hendak disampaikannya.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'salam bagimu'. Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Mereka hanya berani memeluk kaki Yesus, karena itulah tanda hormat seorang hamba yang disampaikan kepada Tuannya. Itulah yang pernah dilakukan Maria, ketika Yesus berkunjung ke rumahnya. Sebaliknya, hal yang sama dilakukan Yesus sendiri terhadap para muridNya. Yesus membasuh kaki para muridNya. Mengapa Yesus tidak langsung menampakkan diri di kubur? Mengapa para malaikat dulu yang memberitahukan? Kehadiran malaikat sepertinya menjadi tanda awal akan kehadiran Tuhan Allah sendiri.

'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku', tegas Yesus kepada para perempuan tadi.  Mereka diminta kembali di mana karya Yesus berlangsung selama ini. Yesus selalu berkarya di Galilea. Mengapa harus ke Galilea? Pertama, karena di Galilea ada kehidupan, dan tidaklah demikian di kuburan. Dia telah bangkit, tegas malaikat tadi. Kedua, Paskah adalah peristiwa kebangkitan, dan bukan kematian, walau tak dapat disangkal kebangkitan dapat dinikmati dengan adanya kematian. Kebangkitan bisa dinikmati bila memang adalah peristiwa salib, bahkan harus terbuat tak berdaya. Namun kebangkitan akan terjadi dengan indahnya, bila memang orang berani menyatukan salib kehidupannya itu dengan salib Kristus, dan bahkan mati pun bersama Kristus. Dan barang siapa menyatukan kematiannya dengan kematian Kristus, maka dia pula akan menjadi satu dengan kebangkitanNya (Rom 6: 5), tegas santo Paulus. Ketiga, kebangkitan kiranya harus dinikmati dalam kehidupan sehari-hari, karena memang kebangkitan adalah kehidupan, dan bukan kematian. Ajakan Yesus untuk kembali ke Galilea mengingatkan para murid, kita semua, agar kita berani menikmati sukacita kebangkitan dan kemuliaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, melalui peristiwa kematian ada kebangkitan yang  membawa kehidupan, kiranya kabar sukacita ini dapat kami pahami dan hayati serta dinikmati semakin banyak orang. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012