Minggu dalam Pekan Paskah V, 1 April 2017


Yeh 37: 12-14  +  Rom 8: 8-11  +  Yoh 11: 1-45

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Lazarus meninggal, banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika Lazarus meninggal, banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Menghibur orang berduka memang kewajiban setiap orang. Bukankah dukacita dapat dihilangkan oleh sapaan dan senyum sukacita yang memberikan penghiburan? Penghiburan dan sukacita memang akan selalu diterima oleh orang-orang yang terbiasa memberikan penghiburan kepada sesama. Barangsiapa menabur,dia pula akan menuai dengan penuh sukacita.  

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: 'Tuan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati'. Sebuah pengalaman yang amat-amat insani. Kematian sangat tidak diharapkan oleh banyak orang. Kematian tidak akan terjadi kalau Yesus ada di tengah-tengah mereka. Marta berkata-kata begitu karena dia tahu Yesus selalu memberikan yang terindah bagi semua orang. 'Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya'. Kepercayaan seorang Marta kepada Yesus.

Kata Yesus kepada Marta: 'saudaramu akan bangkit'. Kata Marta kepada-Nya: 'aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman'. Inilah kepercayaan seorang Marta yang memang sudah ada sejak Perjanjian Lama. Tentunya kita ingat akan iman kepercayaan seorang Ayub (). Melalui Yehezkiel pun Allah berjanji akan membangkitkan semua orang: 'Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya' (Yeh 37: 12-13). Semuanya tertancap kuat dalam benak hati Marta.

 Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup'. Yesuslah kebangkitan. Yesuslah kehidupan. 'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya'. Percaya kepada Yesus berarti seseorang akan menikmati hidup, yang bukan saja di dunia ini, tetapi juga kelak dalam pekerjaan Sorga. Kematian akan tetap dinikmati dan harus dilalui oleh setiap orang, tetapi semuanya itu tidak akan berkepanjangan, karena akan dibangkitkan oleh Yesus. Kepercayaan akan Anak manusia menjadi prasyarat utama seseorang menikmati kebangkitan dan hidup. 'Percayakah engkau akan hal ini?', tantang Yesus kepada Marta.  Jawab Marta: 'ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia'. Menjadi nyatalah sekarang bagi Marta, bahwa kebangkitan bukanlah soal waktu; kebangkitan lebih soal kepercayaan kepada Tuhan Yesus sang Empunya kehidupan. Kematian kita yang berbeda satu dengan lain, tentunya kebangkitan kita bisa berbeda juga. Bukankah tidak ada suatu yang mustahil bagi Allah? Ada baiknya kalau kita semakin hari semakin berani membiarkan Roh Kristus tinggal dalam diri kita, agar  'Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu' (Rom 8: 11).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah jalan, kebangkitan dan hidup. Ajarilah kami untuk semakin beriman, bahwa kematian bukanlah soal waktu, tetapi percaya dan menerima Engkau sebagai Penyelamat itulah yang akan memberikan kehidupan kekal kepada kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012