Rabu dalam Pekan Paskah V, 5 April 2017

Dan 3: 14-20  +  Mzm  +  Yoh 8: 31-42

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku".

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'. Penyataan ini menegaskan sungguh bahwa; tinggal dalam sabdaNya, yakni dengan mendengarkan dan melaksanakannya menjadi tanda khas, bahwa seseorang adalah murid Kristus. Dengan mengamini sabdaNya, seseorang akan mengetahui kebenaran, yakni kehendak Tuhan sendiri. Kehendak Tuhan Allah itulah yang akan membebaskan setiap orang dari kuasa dosa, sebab memang keberanian seseorang melaksanakan kehendak Tuhan, dia tidak akan jatuh dalam dosa dan maut.

'Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: kamu akan merdeka?', sahut mereka. Pertanyaan yang logis dan wajar.  Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa'. Itulah artinya hamba, sebagai seorang yang berada dalam penguasaan dosa. 'Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah'. Seorang yang menjadi hamba dosa berarti berada di luar Kerajaan Allah.  'Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka'. Anak Manusia datang untuk menyelamatkan umat manusia, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang telah jatuh dalam kuasa dosa.

'Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu', tegas Yesus, walau mereka tetap menegaskan: 'bapa kami ialah Abraham'. Seseorang yang menghayati firman Tuhan pasti tidak akan berlawanan dengan Tuhan sendiri. Tentunya pengakuan diri telah melaksanakan firman Tuhan adalah satu kebohongan belaka. Lagi pula, Yesus melanjutkan: 'jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham'. Namun kenyataannya, mereka melakukan kehendak diri sendiri atau dalam bahasa Yesus hari ini: 'kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri'. Yang sekarang mereka lakukan ini 'tidak dikerjakan oleh Abraham'.

'Bapa kami satu, yaitu Allah', kata mereka yang memang sepertinya ingin membela diri, dan tidak mau mendapat teguran. Sehabis mereka mengatakan bahwa mereka anak-anak Musa, dan Yesus melawan mereka; demikian juga ketika mereka berkata anak-anak Abraham, kini mereka menyebut diri sebagai anak-anak Allah. 'Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku', sahut Yesus, 'sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'. Jawaban mereka yang mengada-ada, hanya karena ingin menutupi rasa malu dan kedegilan hati mereka ditepis dengan mudahnya oleh Yesus. Karena segala yang mereka katakan benar-benar mengada-ada. Namun sebaliknya, semuanya semakin membuka kesempatan bagi  banyak orang untuk semakin mengenal siapakah Yesus Orang nazaret itu.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk memahami sabda dan mrlakukan kehendakMu, agar kami tidak jatuh dosa yang mendatangkan maut bagi kami. Tetapi kami mampu mengasihi sesama sama seperti Engkau mengasihi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening