Rabu dalam Pekan Suci Prapaskah VI, 12 April 2017

Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-25

 

 

 

Lectio

Pada saat itu pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

 

 

 

Meditatio

Pada saat itu pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Yudas benar-benar menjalani kemauan dirinya. Kata-kata Yesus apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera, sebagaimana kita renungkan kemarin bersama Yohanes, apakah dianggapnya sebagai perijinan akan apa yang menjadi keinginannya? Ia berkata: 'apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'. Yudas menuntut balas jasa kalau dapat menjual sang Guru, Orang yang sebelumnya dibangga-banggakan. Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Upah penggembala ternak harian diberikan mereka kepada Yudas, dan Yudas pun menyerahkanNya. Apakah Yudas tidak bermain hitungan? Begitu murahkah harga seorang Guru? Mengapa Yudas tidak bangga terhadap Gurunya, misalnya dengan menjual harga yang tinggi? Bukankah tidak ada saingan yang hendak melawan Yesus? Mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah, yang sebenarnya Yesus sendiri telah mempersiapkannya jauh-jauh sebelumnya, dengan mengatakan: 'pergilah ke kota dan katakan kepada seseorang: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'.Yesus telah mempersiapkan segala-galanya dengan baik. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Yesus tahu akan segala yang hendak terjadi. Dia pun tahu siapakah yang hendak menyerahkan diriNya. Mengapa Yesus tidak menegur apa yang hendak direncanakan oleh muridNya itu? Namun tak dapat disangkal, bahwa Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis. Dia datang ke dunia memang secara sengaja untuk menyelamatkan umat manusia. KaryaNya bukan dengan kemahakuasaan yang otoriter, melainkan dengan mengikutsertakan orang-orang yang dikasihiNya ambil bagian di dalamnya.  Yesus benar-benar menghayati apa yang diucapkan Yesaya: 'Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?' (Yes 50: 7-9). Hanya saja, 'celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan'. Mengapa Yesus sampai berkata seperti itu? Bukankah yang dilakukan Yudas juga hendak membongkar kejahatan dan kematian, agar mereka dibinasakan oleh kehidupan? Bukankah sungguh menguntungkan dosa yang dikomandani Yudas, yang mendatangkan Penebus yang seagung ini guna menyelamatkan seluruh umat manusia. Itulah nyanyian sukacita Pujian Paskah, yang mengisyaratkan semua, bahwa untuk sampai kepada kemuliaan setiap orang harus berani menerima salib.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia demi keselamatan umat manusia, kiranya lewat kami karya penyelamatanMu semakin nyata dalam membawa umat kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012