Sabtu dalam Pekan Paskah II, 29 April 2017

Kis 6: 1-7 +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,  sedang laut bergelora karena angin kencang.  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu  dan menyeberang ke Kapernaum. Kenapa mereka tidak bersama-sama Yesus? Mengapa mereka tidak menunggu terlebih dahulu, bilaYesus masih berdoa seorang diri di gunung? Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,  sedang laut bergelora karena angin kencang. Adakah murid yang menunggu Yesus untuk pergi bersama? Mengapa mereka menunggu Yesus, Apakah mereka mengandaikan ada orang atau murid lain yang hendak mengantarNya? Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Ketika mereka menunggu, tetapi ketika Yesus datang mereka malah ketakutan. Mengapa Yesus berjalan sendirian? Apa karena memang tidak ada yang menghantar, maka Yesus berjalan seorang diri, walau memang sulit dimengerti bahwa ada Seorang berjalan di permukaan air.

'Aku ini, jangan takut!', tegas Yesus kepada para muirdNya. Lalu mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Ada bersama Yesus segalanya dapat teratasi dengan indahnya. Dia berjalan seorang diri guna menunjukkan bahwa Dia memang sungguh Allah yang mengatasi hokum alam. Dia tidak terikat ruang dan waktu sebagaimana kita ciptaanNya. Paskah malah menunjukkan kepada kita semua bahwa Dia Allah, dan tidak terikat oleh kamatian yang paling ditakuti oleh manusia. Kematian dan kebangkitan Kristus malah memberi arti baru bagi setiap orang yang percaya, bahwa kepercayaan kepada Kristus membebaskan kita dari titik nadir manusia dan membuat kita akan tetap hidup bersamaNya. Paskah menujukkan kepada kita manusia bahwa Kristus Tuhan adalah Penguasa kehidupan ini.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, Engkau memang berkuasa atas ruang dan waktu. PaskahMu semakin menegaskan siapakah Engkau sang Pembuat kehidupan dan Penguasa atas kehiduan ini. Buatlah kami semakin percaya kepadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku ini, jangan takut!'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening