Selasa dalam Oktaf Paskah, 18 April 2017

Kis 2: 36-41  +  Mzm 33  +  Yoh 20: 11-18

 

 

 

Lectio

Ketika Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,  dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.  Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

 

Meditatio

Ketika Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Kesedihan hati kiranya yang membuat Maria menangis. Adakah alasan lain? Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu. Sepertinya Maria berani menjenguk ke dalam setelah kedua murid yang lain meninggalkan kubur. Mengapa Maria tidak langsung menjenguk kubur sebagai orang ketiga?  Tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Mereka duduk di ujung makam,tempat Yesus dibaringkan. Sepertinya mereka, kedua malaikat itu memandang Maria. Mereka beradu pandang.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: 'ibu, mengapa engkau menangis?'. Sapaan penuh kasih dari seorang malaikat. Jawab Maria kepada mereka: 'Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Sepertinya iman kepercayaan Yohanes tidak ditularkan kepada perempuan satu ini. Apakah Petrus juga mempunyai pengalaman sama dengan Maria? KenapaYohanes, atau murid yang dikasihiNya itu tidak memberitahukan kepada Petrus dan Maria, bahwa Kristus telah bangkit?  Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: 'ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?'. Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: 'tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya'. Maria mengalami hal sama sebagaimana dirasakan oleh kedua murid yang pergi ke Emaus. Namun apakah yang menghalang-halangi Maria sehingga tidak mengenal Yesus? Apakah kepedihan yang mendalam, dan kini semakin hilang harapannya, karena ketiadaan jenasah Yesus di makam? Dia mencari yang dirindukannya, tetapi ketika Dia menyapanya malah tidak dikenalnya. Adakah yang membedakan Yesus dengan keberadaanNya sebelumnya, sehingga Maria tidak mengenalNya?

'Maria!', panggil Yesus, dan  Maria berpaling dan segera menjawabNya: 'Guru'. Sapaan Yesus mengubah Maria menjadi orang yang mengenal Dia yang dicarinya. Seberat apapun kalau kita mencari Tuhan Allah dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri, yang memang bisa melemahkan, kita tidak akan mendapatkan, tetapi hanya dengan sapaan dan panggilanNya, kita akan dapat menemukanNya dengan mudah. Untuk melihat Yesus, orang harus mati, kata santa Teresia dari Avila. Penyataan ini mengingatkan kita agar kita tidak menanggalkan diri dalam mencari dan mencari Tuhan. Kata Yesus kepadanya: 'janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa'. Mengapa dalam Injil Sinoptik Maria diijinkan merangkul kakiNya? 'Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu'. Permintaan Yesus agar tidak memegang kakiNya dapat diartikan agar Maria Magdalena tidak memikirkan kepuasan diri sendiri terlebih dahulu? Kehendak Allah harus diutamakan? Maria diminta segera memberitahukan kepada saudara dan saudariNya, dan bukanlah lagi para muridNya, karena memang bukankah Dia akan kembali setelah menyediakan tempat bagi kita semua, sehingga di mana Dia berada kita pun selalu berada bersamaNya? (Yoh 14: 3)

Maria Magdalena pergi. Maria amat mentaati permintaan dan kehendak sang Guru. Maria adalah murid yang setia. Maria berkata kepada murid-murid: 'aku telah melihat Tuhan!'. Maria adalah orang pertama yang melihat Yesus yang bangkit, dengan mata kepalanya sendiri. Orang yang melihat Yesus untuk pertama kalinya, bukanlah para murid yang dikasihi dan dipilihNya, melainkan seorang perempuan bernama Maria Magdalena.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, singkirkanlah segala penghalang bagi kami dalam memahami dan mengenal Engkau, bahwa Engkau mengasihi dan senantiasa mendampingi kami. Engkau pergi kepada Bapa dan menginginkan kamipun ada bersama Engkau di manapun Engkau berada.  Amin

 

 

Contemplatio

'Maria'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening