Selasa dalam Pekan Suci Prapaskah VI, 11 April 2017

Yes 49: 1-6  +  Mzm 71  +  Yoh 13: 21-33.36-38

 

 

 

Lectio

Pada saat makan bersama Yesus  bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.   Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"  Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"  Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu". Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

 

 

 

Meditatio

Pada saat makan bersama Yesus  bersaksi: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Adakah pengkhianatan? Bukankah penyataan Yesus mengandaikan adanya ketidaktaatan seorang murid dengan menyerahkan sang Guru?  Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Apakah kemudian mereka saling mncurigai?   Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: 'tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!'. Mengapa Petrus tidak langsung bertanya? Mengapa harus bertanya kepada Yohanes yang diperkirakan adalah murid yang dikasihiNya itu? Apakah Petrus baru saja melakukan kesalahan sehingga dia enggan dan takut bertanya?  

Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: 'Tuhan, siapakah itu?'. Hal yang baik, berani bertanya dan bertanya daripada saling mencurigai. Jawab Yesus: 'dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya'. Mengapa Yesus tidak menyebut nama langsung? Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot; dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Jawaban Yesus amat tegas, dan dapat dimengerti siapakah yang dimaksudkanNya. Maka Yesus berkata kepadanya: 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera'. Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Telmi juga para murid. Tanda yang begitu jelas dan tegas tidak dimengerti juga. Yesus tidak melarang Yudas, karena memang semuanya harus terjadi demikian. Apakah ini semua sebuah sandiwara? Pengetahuan dan kemahakuasaan Allah tidak mengubah kemauan dan kehendak manusia, orang-orang yang dikasihiNya.

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: 'sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera'. Bukankah memang Aku ada dalam Bapa,dan Bapa ada dalam Aku, tegas Yesus. 'Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. SaatNya sudah tiba. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu'. Di mana tempat yang dimaksukan Yesus? Memang Yesus pernah menegaskan Aku dari atas dan kamu dari bawah.

Simon Petrus berkata kepada Yesus: 'Tuhan, ke manakah Engkau pergi?'. Jawab Yesus: 'ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku'.   Memang  pada akhirnya Yesus juga akan menegaskan bahwa Aku akan pergi dan menyiapkan tempat bagimu. Aku akan kembali dan akan membawa kamu ke tempat Aku berada?  Kata Petrus kepada-Nya: 'Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Apakah karena Engkau dari Atas dan aku dari bawah? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!'. Jawab Yesus: 'nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali'. Petrus yang agresif dan emosional itu diketahui baik oleh Yesus sang Guru. Petrus selalu ingin menjadi pahlawan memang. Apa yang dikatakan Petrus tak jarang keluar dari mulut yang manis, dan bukan dari kedalaman hati. Kalau Petrus sempat diingatkan oleh Yesus, mengapa Yudas Iskariot tidak diingatkanNya? Apakah Yudas Iskariot memang pada akhirnya tidak termasuk orang-orang yang memang semenjak semula dijanjikan bahwa keselamatanNya sampai ke ujung bumi, sebagaimana dikatakanNya sendiri melalui nabi Yesaya? (Yes 49: 6). Atau memang Yudas itu termasuk orang-orang yang berada di sebelah kiriNya, yakni kawanan kambing yang tidak menikmati keselamatan?

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, seringkali kami juga emosional dalam mengikuti Engkau. Kami menggebu-gebu dalam mempelajari kitab suci ataupun pelbagai kegiatan rohani, tetapi kami tak berusaha menemukan Engkau dalam keheningan. Ajarilah kami untuk menemukan Engkau dalam kesederhanaan hidup kami ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?'.




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening