Senin dalam Oktaf Paskah, 17 April 2017

Kis 2: 22-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15

 

 

 

Lectio

Akhirnya beberapa perempuan yang telah mendapatkan penampakkan dan pemberitahuan dari malaikat, segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

 

 

Meditatio

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Perempuan-perempuan itu tidak menyia-nyiakan waktu juga. Sekarang mereka mendengar dan melihatnya, sekarang juga warta sukacita itu hendak disampaikannya.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'salam bagimu'. Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Mereka hanya berani memeluk kaki Yesus, karena itulah tanda hormat seorang hamba yang disampaikan kepada Tuannya. Itulah yang pernah dilakukan Maria, ketika Yesus berkunjung ke rumahnya. Sebaliknya, hal yang sama dilakukan Yesus sendiri terhadap para muridNya. Yesus membasuh kaki para muridNya.  

'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku', tegas Yesus kepada para perempuan tadi.  Mereka diminta kembali di mana karya Yesus berlangsung selama ini. Yesus selalu berkarya di Galilea. Mengapa harus ke Galilea? Pertama, karena di Galilea ada kehidupan, dan tidaklah demikian di kuburan. Dia telah bangkit, tegas malaikat tadi. Kedua, Paskah adalah peristiwa kebangkitan, dan bukan kematian, walau tak dapat disangkal kebangkitan dapat dinikmati dengan adanya kematian. Kebangkitan bisa dinikmati bila memang adalah peristiwa salib, bahkan harus terbuat tak berdaya. Namun kebangkitan akan terjadi dengan indahnya, bila memang orang berani menyatukan salib kehidupannya itu dengan salib Kristus, dan bahkan mati pun bersama Kristus. Dan barang siapa menyatukan kematiannya dengan kematian Kristus, maka dia pula akan menjadi satu dengan kebangkitanNya (Rom 6: 5), tegas santo Paulus. Ketiga, kebangkitan kiranya harus dinikmati dalam kehidupan sehari-hari, karena memang kebangkitan adalah kehidupan, dan bukan kematian. Ajakan Yesus untuk kembali ke Galilea mengingatkan para murid, kita semua, agar kita berani menikmati sukacita kebangkitan dan kemuliaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Apakah memang mereka semua melihat segala yang terjadi? Apakah mereka melihat malaikat yang menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan beberapa perempuan lainnya? Apakah mereka mendengarkan suara pemberitahuan para malaikat? Apakah mereka hanya melihat bahwa kubur telah kosong dan ada beberapa perempuan datang? Sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu. Permainan uang hendak dijadikan alat penyelesaian soal kehidupan. Mereka berkata: 'kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur'. Apakah mereka tidak takut diprotes, bahwasannya bagaimana kalian bisa memberi kesaksian tentang sesuatu yang tidak kalian lihat dan dengar sendiri; bukankah di waktu tidur kita tidak bisa melihat dan mendengar sesuatu? Mungkin saja yang mencuri bukan para murid? Mengapa kalian tidur, bukankah kalian harus berjaga? 'Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa'. Sekali lagi, imam-imam kepala menjadi otak kejahatan; mereka bukannya menjadi saluran berkat bagi umat beriman, melainkan perancang kejahatan. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Ketaatan buta, apalagi mereka mendapatkan uang yang menutup hati mereka untuk berkata-kata tentang kebenaran. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Ada dua kabar: satu kabar sukacita dan yang lain kabar bohong. Sabda Yesus, sabda Tuhan adalah sabda kebenaran, dan bahkan perkataan hidup kekal, tidaklah demikian dengan kata-kata manusia, yang sering membungkus kepentingan diri atau kelompok. Hanya sabda Tuhan Allah adalah sabda kehidupan dan kekal. Kiranya kita selalu mengandalkan rahmat kebijaksanaan dari Allah, agar kita selalu siap dan berani mendengar segala berita tentang kehidupan ini, dan pandai-pandai menyikapinya.

'Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu' (Kis 2: 22-24). Inilah kesaksian Paulus yang menegakkan akan kebenaran yang dia dengarkan dan lakukan. 'Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi' (Kis 2: 32).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami keberanian untuk berkata tentang kebenaran ketika menghadapi tekanan dari pihak yang mencoba mempertahankan kepentingan mereka, khususnya ketika kami harus memberitakan kebenaran akan Engkau. Terima kasih ya Yesus, kami percaya Engkau selalu menguatkan setiap orang yang berharap dan bersandar kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur'.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening