Senin dalam Pekan Paskah V, 3 April 2017

Dan 13: 1-9  +  Mzm 23  +  Yoh 8: 1-11

 

 

 

Lectio

Suatu hari pagi-pagi benar Yesus berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari pagi-pagi benar Yesus berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Tugas perutusan Yesus adalah mewartakan Injil Kerajaan Allah. SabdaNya memberikan kehidupan dan keselamatan. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Kapan dan di mana mereka mendapati perempuan itu? Mereka mendapati sendiri atau orang lain? Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: 'Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?'. Apa maksud mereka?

Apakah hendak mencobaiNya? Apakah hendak mempertentangkan antara hukum cinta kasih dan pelaksanaan denda pelanggaran atau sangsi sosial? Benar, mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Yesus tidak menggubris pertanyaan mereka. Yesus tahu benar, bahwa mereka datang hanya untuk mencobai diriNya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: 'barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'. Apa arti permintaan Yesus? Apakah Dia mengingatkan bahwa kita semua adalah orang-orang berdosa, maka hendaknya kita tidak mengurusi dan mempersoalkan orang lain? Bagaimana kaitannya dengan keharusan menghukum orang yang berzinah? Bagaimanakah juga dengan hukum cinta kasih? Tak dapat disangkal, tentunya Yesus sudah memperhitungkan jika ada seseorang yang melemparkan batu pada perempuan satu itu.  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Kenapa Yesus kelihatannya begitu sibuk dengan menulis di tanah. Yesus menuliskan apa? Apakah Dia membuat sebuah rumusan dan perhitungan? Atau memang Dia tidak mau teriak dengan aneka pencobaan yang dikerjakan oleh orang-orang yang dikasihiNya?

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Mengapa dari yang tertua? Apakah mereka lebih reflektif? Atau malah yang merasa dosanya lebih banyak dari yang muda? Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang', kata Yesus setelah perempuan itu mengatakan bahwa tidak ada seorang yang menghukumnya. Yesus tentunya mempunyai hak untuk menghukumnya. Bukankah Yesus Tuhan bebas dari kuasa dosa?Bukankah menghukum adalah hak milik Tuhan Allah sang empunya kehidupan? Allah mempunyai kuasa untuk menghukum tetapi selalu berusaha agar manusia, orang-orang yang dikasihiNya, tidak terkena hukuman. Itulah yang dilakukan Yesus, itu pula yang dilakukan Allah dengan perantaraan Daniel yang berusaha mencari keadilan terhadap kedua orang jahat yang menelantarkan Suzana (Dan 13).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengajari kami untuk tidak menghakimi dan mengampuni sesama yang bersalah, kiranya kamipun semakin berani dalam melakukan kehendakMu ini dalam hidup kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang',




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening