Jumat Pekan Paskah III, 5 Mei 2017

Kis 9: 1-20  +  Mzm 117  +  Yoh 6: 52-59

 

 

 

Lectio

Setelah mendengar perkataan Yesus orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

 

 

Meditatio

Setelah mendengar perkataan Yesus orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: 'bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan'. Sebuah komentar yang wajar dan lumrah. Akan adakah peristiwa kanibal di jaman ini?  Maka kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu'. Hidup bagaimanakah yang dimaksudkan Yesus? Bukankah sekarang kita ini sudah hidup, bergerak dan ada? 'Ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman', sambung Yesus. Hidup yang sesungguhnya, berarti hidup yang tidak berkesudahan. Hidup itu ya hidup selamanya, dan bukannya mati. Kedua, tambah Yesus, 'ia akan tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'. Menikmati tubuh dan darahNya berarti membiarkan Yesus tinggal dalam diri kita, dan kita tinggal dalam Dia. 'Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku'. Segala yang indah dan baik yang dinikmati oleh Yesus, boleh juga dinikmati setiap orang yang setia menikmati tubuh dan darahNya.

'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'. Penegasan Yesus inilah yang memang membuat banyak orang gelisah dan gusar; dan tubuh darahNya inilah yang disebut oleh Yesus sebagai 'roti yang telah turun dari sorga, dan bukan seperti roti yang dimakan nenek moyang Israel dan mereka telah mati'. Tubuh dan darah Kristus itu benar-benar roti atau makanan yang memberi kehidupan kekal. 'Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.

Apakah roti yang dimaksudkan Yesus itu hanya sekedar symbol dari daging dan darah yang diberikan kepada para muridNya? Kita percaya roti yang diberikan Yesus kepada kita umatNya benar-benar tubuh dan darahNya. Terimah, inilah tubuhKu, makanlah. Terimalah, inilah  darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang. Yesus memberikan tubuh dan darahNya dalam rupa roti dan anggur. Dia membuat peristiwa transubstansi dalam roti dan anggur itu.  Yang nampak secara kasat mata adalah roti dan anggur, tetapi secara substansial telah menjadi tubuh dan darahNya yang menyelamatkan. Tubuh dan darahNya inilah yang menyelamatkan seluruh umat manusia sebagai kurban pelunas dosa.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur, lewat pengorbananMu, yang memberikan tubuh dan darahMu sebagai roti yang menyelamatkan bagi kami yang percaya dan menerimaNya, yang membawa kami pada hidup kekal. Kiranya kamipun semakin diteguhkan dalam beriman dan melakukan kehendakMu.

Ya Yesus, kuduskanlah hati dan budi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012