Kamis dalam Pekan Paskah V, 11 Mei 2017

Kis 13: 13-25  +  Mzm 89  +  Yoh 13: 16-20

 

 

 

Lectio

Dalam perjamuan itu Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.

 

 

 

Meditatio

Setelah Yesus selesai membasuh kaki para muridNya, Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya'. Apa yang dikatakan Yesus sepertinya berlawanan dengan pepatah yang mengatakan: guru kencing berdiri, murid kencing berlari, bahwasannya seorang murid itu akan dapat melebihi gurunya. Apakah ini tidak berlaku untuk seorang hamba maupun utusan? Mengapa Yesus mengatakan bahwa hamba itu tidak lebih tinggi dari tuannya? Dalam hal ini Yesus mau menekankan peristiwa pembasuhan kaki yang baru saja dilakukanNya, bahwa sebagai seorang guru Dia mau melakukannya, pekerjaan seorang hamba. Demikian juga murid-muridNya harus saling melayani. Para murid pasti memang tidak akan mampu melebihi Kristus sang Guru, tetapi para murid mampu dan harus siap memang  saling membasuh kaki, saling melayani satu sama lain. 'Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya'. Yesus membasuh kaki para murid karena bukti kasihNya yang mau merendahkan diri sebagai hamba, dan betapa bahagianya kalau kita mampu melakukannya satu terhadap yang lain.

'Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih, tetapi haruslah genap nas ini: orang yang makan rotiKu, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku'. Yesus tahu siapa yang akan mengkhianatiNya, tetapi Yesus tetap memilihnya menjadi muridNya sesuai dengan rencana Allah. tuhan Allah selalu berpikir positif terhadap umatNya. Allah telah memberi kehendak bebas dan akal budi, yang tentunya Tuhan mengharapkan agar setiap orang berani memilih yang terbaik bagi hidupnya. Orang yang makan roti bersama adalah tanda persahabatan dan kesetiaan, tapi yang terjadi sebaliknya dan betapa hal itu meremukkan hati Yesus. Itu harus tetap terjadi karena kasih; melalui peristiwa itu membuktikan bahwa Dialah yang diutus Bapa.

'Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia'. Kasih menutupi segala sesuatu (1Kor 13). Misteri penyelamatan tidak terjadi secara mendadak,melainkan telah lamadirogramkan, dan bahan berjalan dalamruang dan waktu, walau tetap dibiarkan manusia memilihnya.  

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.  Orang yang diutus adalah duta, yang tentunya membawa segala kehormatan dan kemuliaan yang mengutusnya. Terpujilah Allah di surga. Segala berkat dan kuasa yang diterima oleh Yesus dari Bapa juga akan dinikmati oleh orang-orang yang mengamini tugas pertusanNya. Segala  yang didapat dan dinikmati oleh Kristus dari Bapa dinikmati juga oleh orang-orang yang melakukan kehendakNya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau yang rela menjadi manusia sehabis-habisnya demi keselamatan umat manusia, kiranya kamipun Kau kuatkan dalam mengasihi sesama, terlebih mereka yang dianggap sebagai yang tersisih dan tersingkir. Terima kasih ya Yesus untuk kasihMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening