Kamis Pekan Paskah III, 4 Mei 2017

Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

 

 

 

Lectio

Pada saat bersabdalah Yesus: "tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

 

 

Meditatio

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia yang datang akan Kubangkitkan pada akhir zaman', tegas Yesus. Penegasan ini hendak menyatakan bahwa keselamatan itu memang hanya milik Allah dan hanya Allah yang dapat memberi, dan itu adalah hak prerogatifNya. Manusia boleh merindukan keselamatan; manusia boleh berusaha, dan memang harus berusaha, untuk mendapatkan keselamatan, tetapi siapakah yang mendapatkannya. Tuhan Bapa di surge sendiri yang menentukan. Allah Bapa sendiri yng menentukan dan bagaimana cara-caranya. Tepatlah apa yang dikatakan Yesus kepada Yohanes danYakobus tentang siapakah yang duduk di sebelah kanan dan kiriNya; Allah telah menentukannya kepada siapakah semua itu akan diberikanNya.

'Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: mereka semua akan diajar oleh Allah, dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku'. Ajaran Allah itulah yang sepertinya menentukan dan mengarahkan setiap orang untuk menikmati kemuliaan surgawi. Namun 'hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa', atau ada orang-orang tertentu yang diajar langsung oleh Bapa. Semua diserahkan Bapa kepadaKu. Pengenalan akan Allah hanya melalui Yesus Kristus, yang kepadaNyalah Bapa berkenan.

'Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa', karena memang Anak dan Bapa adalah Satu. Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak. Namun kiranya rahmat yang luar biasa, bagi setiap orang yang percaya kepada Anak, akan dimungkinkan dan diijinkan memandang Bapa. Itulah yang disampaikanNya dengan berkata: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal'. Orang yang menikmati kehidupan kekallah yang tentunya akan memandang Bapa dari muka ke muka, sebagaimana dijanjikanNya sendiri.

'Akulah Roti Hidup', tegas Yesus. Kalau 'nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati', karena memang  manna yang diberikan Bapa itu sekedar pemuas lapar dalam perjalanan di tengah padang gurun, tidaklah demikian dengan Roti yang Aku berikan. 'Inilah roti yang turun dari sorga: barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati'. Roti apakah itu?  'Akulah sendirilah Roti Hidup yang telah turun dari sorga'. Penyataan Yesus ini tentu membuka mata hati banyak orang. Yesuslah Roti Hidup yang turun dari surga, Roti pemberian Allah Bapa kepada umatNya. 'Jikalau seorang makan dari Roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan Roti yang Kuberikan itu ialah Daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Kristuslah Roti Kehidupan, maka setiap orang yang berani dan rindu selalu untuk menikmatiNya akan merasakan kehidupan kekal.

Sejauhmana kita selalu berani menikmati Roti Kehidupan di saat merayakan Ekaristi bersama seluruh Gerja? Sungguhkan kita bersyukur kepadaNya?

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami, dan buatlah kami semaikin hari semaikin berani menyegarkan diri dengan santapan surgawi, yang Engkau berikan, yakni TubuhMu sendiri yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia yang datang akan Kubangkitkan pada akhir zaman'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening