Minggu Pekan Paskah IV, 7 Mei 2017

Kis 2: 36-41  +  Pet 2: 20-25  +  Yoh 10: 1-10

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal'. Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Kata Yesus sekali lagi:  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba'. Memang mengapa gembala harus memanjat tembok, kalau memang dialah pemilik kawanan domba. Gembala adalah penguasa  atas kawanan domba, bahkan  'untuk dia, penjaga membuka pintu'. Seorang gembala akan selalu dibantu oleh penjaga pintu.

'Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya'. Inilah kehebatan seorang gembala di tengah kawanan domba-dombanya. 'Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal'. Sebagaimana seorang gembala, demikianlah Yesus adalah seorang Gembala bagi umat yang dipercayakan kepadaNya oleh Bapa. Yesus amat memperhatikan dan bertanggunjawab atas orang-orang yang menjadi milikNya. Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka tentang diriNya, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Yesus berkata demikian, karena memang Dialah Jalan, Kebenaran dan kehudupan; dan tidak ada seorang pun dapat sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia. Tidak ada orang dapat  menikmati keselamatan kalau tidak percaya dan mengikuti Tuhan Yesus. Dalam Yesus pun, setiap orang akan dapat menikmati hidup ini dengan penuh sukacita, sebab memang Tuhan Allah sendiri mendampingi dan menyertai kita.  Dalam Tuhan segala-galanya akan terjadi dengan indahnya.

'Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Siapakah yang dimaksudkan Yesus dengan pencuri? 'Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka'. Apakah para nabi?  Bukan tentunya. Yesus kiranya hanya sekedar membuat bahasa perbandingan tentang diriNya yang membawa keselamatan dengan orang-orang yang tidak membawa keselamatan. Yesus mempertajam bahan perhatian. Tidak terpikir dalam benak Yesus untuk membuat umatNya sengsara dan berkekurangan, dan Yesus juga tidak mencari kepuasan diri. Tuhan Yesus hanya datang untuk membahagiakan dan menyelamatkan umatNya.

'Jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya' (1Pet 2: 20-21). Inilah penegasan Petrus yang diarahkan kepada para gembala agar siap menderita dan mengalami perbantahan, sebagamana dialami oleh Kristus sendiri. Menjadi umat sang Gembala agung, kita diajak untuk untuk menjadi sepetti Dia sendiri. Inilah kehebatan iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus yang datang ke tengah-tengah umatNya; tidaklah demikian mungkin dengan yang lain. Hanya Yesus yang berani berkata-kata demikian, karena memang Dia sendiri adalah sang Tuhan Empunya kehidupan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, Engkau Gembala kami. Engkau menuntun kami ke tempat-tempat yang subur dan menyenangkan, walau tak sadar kami sering melarikan diri daripadaMu. Ajarilah kami untuk menikmati penggembalaanMu yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening