Pesta Maria Mengunjungi Elizabet, 31 Mei 2017

Zef 3: 14-18 + Mzm  + Luk 1: 39-56

 

 

 

Lectio

Suatu hari setelah menerima kabar gembira berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 

Meditatio

Suatu hari setelah menerima kabar gembira berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Maria tentu sudah tahu ke mana dia melangkahkan kakinya. Maria memang seorang pemberani. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Mengapa Maria segera berangkat ke rumah Zakharia? Apakah karena kabar dari malaikat yang memang menyatakan saudarinya sekarang berbadan dua? Mengapa salam kepada Zakharia tidak disebut secara khusus? Apakah memang Zakharia sedang tidak ada di rumah? Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Ada sesuatu yang mengejutkan bagi Elizabet, yakni kunjungan seorang muda kepada dirinya. Rasa sukacita jiwa memang mampu menggerakkan seluruh tubuh insani seseorang, termasuk seseorang yang sedang berbadan dua. Bukankah semuanya itu adalah anggota tubuh dan jiwanya? Secara istimewa Elizabet merasakan juga kehadiran Roh Allah dalam dirinya. Kehadiran seorang tamu selalu mendatangkan sukacita. Tentunya kehadiran kita dalam diri sesama kita.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'. Seruan sukacita seorang Elizabet. Elizabet benar-benar tahu siapakah perempuan yang berada di depannya ini. Dia seorang terberkati, terlebih-lebih buah Rahim yang dimilikinya, karena telah berisikan  Dia sang Kehidupan. 'Siapakah aku ini', sambung Elizabet dengan kerendahan hatinya. Dia sadar siapakah dirinya ini, walau dia sudah merasa lebih berusia daripada perempuan muda satu ini. Apalah aku ini, 'sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'. Elizabet yang merasa tak layak dan pantas ini menerima kunjungan seorang ibu Tuhan. Elizabet memandang perempuan satu ini lebih dari seorang Maria, tetapi lebih sebagai seorang ibu Tuhan. Maria adalah ibu Tuhan, karena dia sekarang ini mengandung seorang Tuhan, yang namaNya adalah Yesus. Dia Tuhan Allah yang menurunkan dirinya dalam Rahim seorang perempuan.

Sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabet benar-benar merasakan sukacita yang begitu mendalam. Jiwa raganya bersukacita dan bersork-sorai. 'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Elizabet memuji bahagia Maria karena kepercayaannya kepada Tuhan, demikian juga setiap orang yang percaya kepada Tuhan,sebab memang Tuhan Allah selalu mengatakan yang benar dan baik. Tuhan Allah tidak pernah membohongi atau bahkan mencelakakan umatNya. Apakah ucapan Elizabet ini sempat ingat akan ketidak percayaan Zakharia, suaminya? Seharusnya bisu dan tidak bisa berbicara tidaklah terjadi pada sang suami, bila dia percaya dan percaya kepada Tuhan. Bukankah selama ini mereka berdua juga telah meminta kepada Tuhan agar mempunyai sang buah hati? Sejauh mana Elizabet menyadari akan kehadiran Tuhan dalam diri sesamanya? Apakah Elizabet sadar sungguh bahwa dengan kehamilan dirinya itu berarti TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasnya, sebagaimana pernah dikatakan oleh nabi Zafanya? Namun tak dapat disangkal, Elizabet sadar sungguh, bahwa yang dikatakan nabi: 'Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi' (Zef 3: 15-16) sungguh nyata kini ada di tengah-tengah umatNya. Elizabet memandang sungguh hari ini dia melihat Allah yang tinggal dalam Rahim Maria, sang ibu Tuhan itu. 'TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai'.

'Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya'. Itulah kata-kata Maria menanggapi sukacita dari saudarinya itu. 'Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. Adakah kunjungan Maria ke Elizabet hanya untuk membantunya karena kandungannya yang sudah berusia? Tidak hanya itu kiranya Elizabet juga tentunya banyak belajar dari Elizabet. Bukankah Elizabet lebih berpengalaman dalam hidup. Tentunya mereka bertukar pengalaman dalam mengenal Allah sang Empunya kehidupan ini.

 

 

Oratio

Ya Yesus, jadikanlah kehadiran kami sebagai pembawa sukacita, sebagaimana kehadiran Maria pada saudarinya Elizabet. Yang mampu mendatangkan pertolongan dan kebahagiaan bagi sesama kami.

Bunda Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening