Rabu dalam Pekan Paskah V, 17 Mei 2017

Kis 15: 1-6  +  Mzm 122  +  Yoh 15: 1-8

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus bersabda: 'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Sebuah bentuk perumpamaan yang amat indah dan sempurna. Semuanya menunjukkan relasi yang amat posesif dan responsible. Sang pengusaha begitu bertanggungjawab agar pokok anggur menghasilkan buah-buah anggur yang lebat. 'Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu'. Pengudusan kita manusia hanya dengan sabda yang disampaikanNya kepada kita. Mendengarkan sabda dan melaksanakannya adalah pengudusan diri agar semakin layak di hadapan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.

'Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu'. Permintaan Yesus agar setiap orang untuk berani tinggal dalam Dia sang Empunya kehidupan, pokok anggur yang benar. Yesus menegaskan, pertama 'sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku'. Kedua, 'barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'. Dua permintaan inilah yang ditawarkan kepada kita semua agar kita selalu bersatu dan ada dalam Dia.

Dan kiranya yang lebih menarik lagi, adalah arti  dari berbuah banyak, yakni segala kebaikan yang kita minta dan kita terima dari Tuhan itulah yang kita bagikan kepada sesama. Kita benar-benar menjadi ranting yang bertugas menjadi saluran berkat bagi sesama. Karena itu Yesus tetap meminta agar kita berani meminta dan meminta, sebagaimana dikatakanNya sendiri: 'mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Hanya mereka yang berani meminta dan serentak berbagi itulah orang-orang yang layak disebut sebagai 'murid-murid-Ku' dan pada saat itulah oleh mereka 'Bapa-Ku dipermuliakan'. Mengapa? Karena kita menjadi saluran berkat bagi sesama.

Sebagai ranting yang baik, setiap orang harus mengamini setiap kehendak sang Pokok Anggur dan tidak menentukan persyaratan tersendiri yang mempersulit orang lain mendapatkan berkat. Orang-orang Farisi dan Yahudi pada umumnya yang telah menjadi Kristen, sebagaimana dikatakan dalam  Kisah para Rasul 15: 1-6 , memaksakan kehendaknya untuk memperlakukan hukum Musa. Bagaimana kita mencoba memahami kemauan orang-orang Farisi yang sepertinya juga masih sering terjadi di jaman pembaharuan ini?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami rantingMu yang menghasilkan buah berlimpah, agar dapat dinikmati banyak orang dan menjadi berkat bagi sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening