Selasa dalam Pekan Paskah V, 16 Mei 2017

Kis 14: 19-28  +  Mzm 145  +  Yoh 14: 27-31

 

 

 

Lectio

Dalam pengajaran Yesus berkata pada murid-muridNya : "damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku".

 

 

 

Meditatio

'Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Damai yang diberikanNya berbeda dengan damai dunia. Damai yang diberikanNya adalah damai sukacita ilahi yang kekal tentu sifatnya. Sulit tergambar dengan kata-kata, tetapi hati merasakan sendiri bagaimana indahnya damai yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita.

'Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu'. Mengapa? Bukankah ditinggalkan olehNya akan membuat sedih dan duka? Layaklah kalau kita gelisah. 'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'. Hanya orang-orang yang mengasihiNya malah akan bangga dengan kepergianNya. Kepergian Yesus memberi sukacita kepada setiap orang. Apakah kepergianNya itu hendak menyiapkan tempat bagi kita umatNya? Ya benar. Kepergian Yesus bukanlah karena hendak meninggalkan kita orang-orang yang dikasihiNya, melainkan karena hendak menyediakan tempat bagi kita, agar di mana Dia berada kita pun berada. Dan kalau tokh Dia pergi, kita tidak dibiarkan sendiri, karena RohNya sendiri akan mendampingi dan menyertai kita. 'Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu'. Roh Kuduslah yang akan menyertai umatNya, dan bukannya yang lain; dan itulah memang yang dialami sendiri dan disharingkan oleh Paulus, bahwa dalam dirinya yang hidup adalah Roh Kristus sendiri (Gal 2: 20).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sungguh suatu anugerah yang begitu besar bagi kami yang boleh menjadi anak-anakMu. Engkau pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat bagi kami, tetapi Engkau tidak membiarkan kami sendirian, Engkau mendampingi kami dengan RohMu sendiri, yang selalu menyertai, membimbing dan menguatkan kami. Terima kasih Yesus untuk kasihMu itu. Amin

 

 

Contemplatio

'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012