Selasa dalam Pekan Paskah VI, 23 Mei 2017

Kis 16: 22-34  +  Mzm 138  +  Yoh 16: 5-11

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: 'sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;  akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;  akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum'.

 

 

Meditatio

'Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?', tegas Yesus. Bukankah Dia memang hendak pergi guna menyiapkan tempat bagi kita, agar di mana Dia berada kita pun berada? Dan bukankah Dia sendiri menjadi jalan bagi setiap orang yang hendak menikmati rumah BapaNya. Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Para murid tidak bertanya, karena memang baru saja sang Guru sendiri menjelaskannya.  'Karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita'. Dukacita dan sedih memang amat wajar, karena secara inderawi mereka berpisah dan tidak bertatap muka lagi.

'Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu', sambung Yesus, 'adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'. Kehadiran RohNya akan menggantikan kehadiran Yesus yang menyejarah. Kehadiran Yesus dalam sejarah memang adalah sebuah kesengajaan Allah yang mengikatkan diri pada ruang dan waktu, yang semua dikerjakanNya dalam misteri penyelamatan umat manusia.

'Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman'. Tiga pekerjaan besar yang hendak dikerjakan di awal-awal kehadiran RohNya. 'Ia akan menginsafkan dunia;  akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku'. Ketidak percayaan akan Allah adalah sebuah dosa, karena memang orang tidak mau diselamatkan, menolak kemuliaan Allah yang menyelamatkan manusia. Ketidak percayaan akan Allah tidak ubahnya pembiaran diri dalam kebinasaan. 'Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat' (Kis 16: 31). Percaya kepada Tuhan berarti membiarkan diri selamat dan tidak binasa.  'Menginsafkan dunia akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi'. Yesus sungguh Allah. Dia tidak memanjakan umatNya dan menjaganya terus menerus serta mengamati dengan mata insani manusia. Allah tetap akan menjaga umatNya, orang-orang yang dikasihiNya, dalam RohNya yang kudus. Namun sebenarnya, kehadiranNya itu memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi malah tinggal dalam hati setiap orang, dan menjadikan tubuh mereka sebagai bait Allah yang kudus. 'Ia akan menginsafkan dunia akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum'. Kematian dan kebangkitanNya dari alam maut membebaskan setiap orang dari belenggu dosa dan maut. Setiap orang dimungkinkan menikmati keselamatan di dalam Allah karena penebusan Kristus.

 

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau begitu mengasihi umat manusia, ketika Engkau pergi kepada Bapa, Engkaupun tetap mendampingi kami dengan Roh KudusMu, supaya setiap orang yang percaya kepadaMu selamat dan tidak jatuh dalam dosa. Kuasailah kami selalu, ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'.

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012