Selasa Pekan Paskah III, 2 Mei 2017


Kis 7: 5-60  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35

 

 

 

Lectio

Orang-orang Yahudi pun menantang Yesus dengan berkata: 'tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi".

 

 

Meditatio

Orang-orang Yahudi pun menantang Yesus dengan berkata: 'tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?'.  Mereka menantang dan menantang Yesus, tetapi di balik perlawanannya ini menunjukkan bahwa mereka mengakui kehebatan Yesus, sang Guru. 'Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: mereka diberi-Nya makan roti dari sorga'. Mereka tetap meminta tanda. Kiranya para murid Yesus  juga lamban dan takut berkata-kata. Apakah mereka tidak berani memberi kesaksian bahwa semalaman mereka telah melihat Yesus dengan mata kepala sendiri bahwa sang Guru mampu berjalan di permukaan air? Mengapa Yesus berdiam diri pula dan tidak menegur para murid untuk berani berkata-kata?  

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga', tegas Yesus mengingatkan orang-orang yang mendengarkanNya. Segala yang terjadi dalam perjalanan di padang gurun adalah karya Tuhan Allah Bapa di surga. 'Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia'. Penegasan Yesus ini semakin menarik perhatian banyak orang, terlebih sebagaimana disampaikanNya roti itu memberi hidup. Maka kata mereka kepada-Nya: 'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa'. Betapa indahnya mendapatkan roti itu. Apakah mereka semua ini masih termakan oleh pikiran diri yang amat insani, sebagaimana dikatakan Yesus bahwa mereka ini orang-orang yang hanya ingin mendapatkan makanan dan kenyang?

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'. Yesuslah Roti hidup. Sebagaimana setiap orang membutuhkan makanan atau roti untuk hidup, maka demikianlah setiap orang membutuhkan Yesus untuk dapat menikmati hidup ini dengan penuh syukur. Dengan penyataanNya ini Yesus hendak menegaskan bahwa setiap orang harus berani datang dan mendengarkan sabdaNya, orang harus berani percaya kepadaNya. Orang akan menikmati hidup sesungguhnya kalau dia percaya dan mendengarkan sabda dan kehendakNya. Bila semuanya ini kita lakukan maka kita akan menikmti hidup dengan penuh sukacita, dan pada akhirnya menikmati hidup kekal bersamaYesus sendiri. Sebab barangsiapa percaya kepadaKu akan hidup kekal.

Stefanus adalah seseorang yang telah percaya dan datang kepadaYesus. Dia tidak takut akan kematian atau apapun. Dalam deraan yang diterima karena kepercayaannya kepada Yesus, dia dengan teguh berseru 'sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah', dan dia pun sempat berserah kepada sang Empunya kehidupan 'ya Tuhan Yesus, terimalah rohku' (Kis 7: 56-59).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami. Ajarilah  kami untuk selalu terus berani datang kepadaMu dan mendengarkan sabdaMu. Sebab memang hanya dalam Dikaulah kami beroleh kehidupan sejati. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening