Senin Pekan Paskah III, 1 Mei April 2017


Kis 6: 8-15  +  Mzm 119  +  Yoh 6: 22-29

 

 

 

Lectio

Pada hari itu orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

 

 

Meditatio

Pada hari itu orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Mereka tidak tahu kalau Yesus menyusul para murid seorang diri. Dia berjalan di permukaan air, dan mengejutkan hati para murid. Ada satu perahu di pantai tadi, apa mereka mengandaikan Yesus akan naik perahu seorang diri? Atau memang disiapkan saja, barangkali ada murid lain yang mau menghantarNya. Namun itulah kenyataannya, mereka saling bertanya dan bertanya di manakah Yesus. Kenapa mereka langung mencari ke Kapernaum? Apakah karenaYesus memang sering pergi ke sana, maka mereka segera memutuskan seperti itu?

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: 'Guru, bilamana Engkau tiba di sini?'. Mereka bertanya kapan Yesus menyusul para murid, mereka tidak bertanya bagaimana Engkau dapat pergi ke sini atau dengan siapakah Engkau datang ke mari.  Yesus menjawab mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang'. Yesus bukannya bangga kalau banyak orang mencari diriNya, sebab memang semenjak semua Yesus sudah tahu isi hati mereka, termasuk keinginan mereka yang hendak memaksa Yesus menjadi Raja mereka. Teguran ini amat keras dan amat memalukan: mencari Yesus hanya karena makanan. 'Bekerjalah', pinta Yesus, 'bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya'. Bekerja unutk mendapatkan makanan kekal yang ebanr-benar menjadi bekal bagi setiaporang unutk menikmati keselamatan abadi.

'Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?', sahutmereka semua yang terperangahakansegala yang dikatakanNya.  Kata Yesus kepada mereka: 'inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'. Penegasan Yesus benar-benar menyatakan bahwa pekerjaan yang menghantar kepada kehidupan kekal tentunya pekerjaan yang berkenan kepadaNya, sang Kehidupan kekal, Tuhan Allah sendiri. Pekerjaan itu ialah percaya kepada Yesus Kristus, sebab hanya 'kepadaNyalah Aku berkenan', sebagaimana pernah dikatakan Bapa sendiri ketika sang Anak Manusia menerima baptisan di sungai Yordan. Percaya kepada Kristus Yesus, karena memang Dialah Allah yang menjadi Manusia. Dialah sang Sabda yang ada sebelum segalanya ada. Percaya kepada Yesus berarti mengamini kehendak Bapa yang hadir di tengah-tengah umatNya secara konkrit, yang mau mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, yakni Yesus Kristus. Percaya kepada Kristus Tuhan adalah sebuah pekerjaan karena mengandaikan adanya usaha dan perjuangan yang semakin hari semakin percaya dan menyatukan diri dengan sang Empunya kehidupan itu.

Pekerjaan yang diberikan Allah memang tidak akan berhenti pada tahap tertentu. Pekerjaan itu kekal adanya. Stefanus sebagai seorang yang percaya kepada Yesus Kristus harus mempertahankan iman kepercayaan yang dimilikinya dan berani berkata-kata dalam kebenaran. Pekerajaan itulah yang dipertahankan oleh Stefanus ketika berhadapan dengan orang-orang  yang tidak berkehendak baik. Stefanus tidak kuatir dan gelisah menghadapi mereka, karena Roh Kudus dirasakan ada dalam diriNya (Kis 6: 8-15).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, teguhkanlah kami dalam menghayati iman kepercayaan kami, sebab kepercayaan kami adalah pekerjaan yang harus kami perjuangkan untuk mendapatkan keselamatan yang berasal daripadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'.

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening