Senin Pekan Paskah IV, 8 Mei 2017


Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 11-18

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

 

 

Meditatio

'Akulah Gembala yang baik', tegas Yesus. Kepada para muridNya. 'Gembala yang baik, pertama memberikan nyawanya bagi domba-dombanya'. Dia tidak mencari keuntungan dan kepuasan diri, malah Dia membahagiakan orang-orang yang ditarik oleh Bapa kepadaNya. Sebaliknya, 'seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu'. Seorang upahan hanya ingin mencari keuntungan dari tugas yang dipercayakan kepadanya. Yesus bukan saja seorang Gembala, Dia malahan sang Pemilik dari kawanan domba yang dipercayakan kepadaNya.

'Kedua, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa'. Inilah kelebihan dari relasi gembala domba pada umumnya,  yakni Gembala mengenal umatNya, dan sebaliknya, yang semuanya ini amat dimungkinkan karena Yesus sendiri mengenal Bapa dan bapa mengenal Kristus, yang diutusNya. Yesus ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak. Penekanan dalam konteks relasi dengan Bapa sekaligus tanda kedekatan antara Gembala dan kawanan domba.

'Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala',tegas Yesus. Kawanan domba manakah yang dimaksudkan Yesus? Apakah semua orang yang bukan bangsa Yahudi, yang memang sejak semula mereka ini menjadi umat kesayangan Tuhan Allah sendiri? Entah siapa yang dimaksudkan Yesus, tetapi kiranya hendaknya semakin kita pahami kasih Tuhan semakin terbuka bagi setiap orang. Tanpa terkecuali, setiap orang diundang untuk datang kepadaNya dan menikmati penggembalaanNya. Bukankah memang Dia menghendaki semua orang beroleh selamat? Dan itulah yang disadari oleh para Rasul dalam karya pewartaanNya, 'bahwasannya kepada bangsa-bangsa lain pun, Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup' (Kis 11: 18).

'Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali', karena memang Yesus secara sengaja mau mati di kayu salib sebagai kurban tebusan dosa. Dia menyerahkan nyawa, dan bukannya dibinasakan oleh lawan. 'Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali'. Tidak ada orang yang berkuasa memang atas Tuhan Allah. Sebaliknya Dia dengan rela memberikan hidup kepada semua orang yang dikehendakiNya, yakni mereka yang merindukan keselamatan daripadaNya. Dia datang sebagai Mesias, sang Penyalamat. 'Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku', dan sekarang telah selesai karena kebangkitanKu dari alam maut. Paskah telah menyelesaikan karya penyelamatan umat manusia.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Kristus, Engkau Gembala kami. Engkau menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi kami. Engkau juga begitu dekat dengan kami, yang semua Engkau lakukan hanya karena cintaMu kepada kami. Ajarilah kami untuk berani menikmati kasihMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

''Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening