2Kor 1: 18-22 + Mzm 119 + Mat 5: 13-16



Lectio 

Dalam pengajaranNya, Yesus berkata: "kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."



Meditatio 

'Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang', tegas Yesus dalam pengajaranNya. Kita tentunya tahu akan makna garam dalam keseharian hidup kita manusia. Garam benar-benar mampu memberi rasa enak dalam aneka menu makanan. Namun apalah artinya kalau garam itu tidak mampu memberi rasa. Diperkirakan memang garam dahulu tidaklah seperti garam sekarang ini. Garam saat itu terkandung dalam rupa tepung, yang mengandaikan larutan garam hilang, maka tinggallah ampas daripadanya. Kiranya tidak ada lagi gunanya.  

'Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi'.  Penegasan Yesus ini mengingatkan, bahwasannya semua muridNya telah mempuyai bekal yang indah dalam kebersamaan hidup. Pada hakekatnya, para murid mempunyai peran sebagaimana anugerah yang mereka terima yang memang diberikan 'dalam pembangunan jemaat' (Rom 12). 'Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu'. Setiap orang pasti tahu perannya masing-masing. Tidak ada seseorang yang melakukan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati ataupun akal budinya. Namun demikian, tegas Yesus kepada para muridNya, 'hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga'. Betapa indahnya kalau semua orang semakin menyadari kasih kemurahan Tuhan, melalui anugerah dan talenta yang diberikan pada masing-masing dan dapat menggunakannya bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk membantu mereka yang membutuhkannya, sehingga di situ kemuliaan Tuhan ditampakkan. Seperti yang Paulus katakan dalam suratnya kepada jemaat di Korintus:

'Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,

memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita'. (2 Kor 1:21-22)



Oratio

Ya Yesus, bantulah kami agar kehadiran kami mampu menjadi garam dan terang yang memberikan manfaat pada orang-orang di sekeliling kami. 

Santo Antonius dari Padua, doakanlah kami. Amin



Contemplatio

'Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga'. 





Gunawan O.Carm

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012