Fwd:Rabu dalam Pekan Biasa X, 14 Juni 2017




2Kor 3: 4-11+ Mzm 99 + Mat 5: 17-19





Lectio





Meditatio


'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Mengapa Yesus mengatakan seperti itu, bahwa Dia tidak meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi? Bukankah seperti yang kita ketahui Yesus itu sering melanggar aturan dan hukum Taurat? Apa arti kata menggenapi? Menggenapi di sini sepertinya berarti memenuhi janji-janji yang pernah disampaikanNya sendiri. Tuhan Allah yang sudah bersabda dan bernubuat akan memenuhi semua janjinya itu dengan kehadiranNya sendiri. Yesuslah yang sekarang datang hendak menjalankan segala yang pernah dinubuatkan dan dijanjikanNya. Kehadiran Yesus menjadi pemenuhan kitab Taurat dan para Nabi karena sabdaNya itu bukan saja hanya kata-kata dan janji, melainkan  benar-benar kenyataan hidup dan menyelamatkan. Karena itu tepatlah kalau Yesus menegaskan kembali: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Apa yang sudah tertera dalam hukum taurat adalah aturan-aturan yang dibuat manusia, untuk menyatakan penghormatan pada Allah dengan adanya banyak larangan-larangan. Semuanya itu baik, tetapi apakah mampu menemukan kehendak Allah? Kehendak Allah untuk keselamatan umat manusia. Sabda Tuhan bukanlah sebatas janji dan nubuat yang membuai, melainkan benar-benar kenyataan. Sabda Tuhan akan selalu dikumandangkan sampai segala kehendak Allah terpenuhi.


Sebaliknya, 'siapa saja yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'Kita tahu inti dari hukum Taurat yang utama adalah 10 hukum yang menjadi dasar dari semua hukum, yakni menghomati Allah dan sesama.  Tentunya bukan hanya dengan menaati aturan dan larangan-larangan yang ada itu,  tetapi apabila mengabaikan perbuatan kasih yang seharusnya dilakukannya, maka dia akan mendapat tempat yang paling rendah dalam kerajaan Allah. Sebaliknya orang yang melakukan perbuatan kasih itulah yang menduduki tempat tinggi dalam kerajaan surga. Mengapa demikian? Karena dalam diri Yesus Kristuslah pemenuhan dari hukum Taurat tersebut, segala tindakan dan perbuatan Yesus adalah karena kasihNya pada umat manusia. Barangsiapa menaati perintah Yesus dan melakukannya, maka dia telah memenuhi hukum yang utama dan pokok tersebut, yakni hukum cintakasih.


Paulus yang mempunyai pengalaman dalam bergaul dengan Kristus menuliskan surat kedua kepada jemaatnya di Korintus. Paulus menegaska  bahwa hukum tertulis adalah mati, tetapi Roh yang menghidupkan. 'Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan' (2 Kor 3:6). Sebuah penyataan bahwa segala yang tertulis dalam kitab suci perlu dihayati dalam keseharian hidup, bukan saja supaya dilihat orang melainkan benar-benar menjadi milik kehidupan yang unik dan utuh.




Oratio


Ya Yesus, jadikanlah kami orang yang mampu mengutamakan orang lain karena belas kasih, bukan karena menaati hukum aturan yang akan membawa orang pada kebinasaan. Sebab Engkau sendiri yang terlebih dahulu telah mengasihi kami. Terima kasih, ya Yesus atas rahmatMu itu. Amin




Contemplatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening