Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus, 23 Juni 2017

Ul 7: 6-11  +  1Yoh 4: 7-16  +   Mat 11: 25-30

 

 

Lectio

Pada waktu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

 

 

Meditatio

'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi'. Sebuah ucapan syukur yang dilambungkan oleh Yesus Kristus, Anak Manusia, kepada Bapa di surga, sang Empunya langit dan bumi ini. Karena apa sehingga Yesus bersyukur kepada Bapa? 'Karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'. Allah Bapa seperti berpihak hanya kepada mereka yang kecil dan lemah, dan bukannya kepada mereka yang bijak dan pandai. Itulah memang kehendakNya, itulah yang berkenan kepadaNya. Yang dinyatakan itu memang tidak lain dan tidak bukan adalah misteri penyelamatanNya sendiri. Sebab memang hanya orang-orang yang mengandalkan kekuatan dan kuasa Tuhan akan dapat menikmati misteri penyelamatan, dan bukannya mereka yang bertanya dan bertanya, bahkan memprotres kemauan dan kehendak Tuhan, yang berlawanan dengan keinginan pribadi mereka. Yesus bersyukur kepada Bapa, karena memang Yesus mengamini sabda dan kehendak Bapa yang mengutusNya.

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku'. Apa yang telah diserahkan kepada Anak, kepada Yesus? Tentunya sabda dan kehendak Bapa sendiri, sebab bukankah Yesus datang untuk menggenapi segala yang tertulis dalam hukum Taurat dan kitab para Nabi? Bukankah Yesus datang hanya berkata-kata dan  melakukan segala yang dikehendakiNya? Dan yang tak boleh disangkal, tentunya misteri kehadiran Allah Bapa sendiri dalam diri Putera yang diutusNya ke dunia. Kalau Yesus menambahkan: 'tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya', karena misteri Allah selalu akan dinyatakan bagi setiap orang. Bukankah Yesus sendiri menegaskan kemarin: 'karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang?' (Mat 10: 26-27).

'Marilah kepada-Ku', kata Yesus mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya, terlebih mereka  'semua yang merasa letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'. Yesus memberi kelegaan dan penghiburan, karena Yesus menghendaki setiap orang mengalami sukacita. Tak dapat disangkal memang setiap orang harus berani memikul salib dan menyangkal diri. Berat memang, tetapi kalau semuanya dilakukan dalam nama Dia yang menyelamatkan, akan terasa indah dan menyenangkan. Orang yang benar-benar menghayati imannya, tidak pernah bersungut-sungut dalam aneka persoalan kehidupan.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Yesus di satu pihak mengajak dan mengundang kita, tetapi di lain pihak Dia memberi tugas, pikulan baru yang dimilikiNya; dan terlebih lagi kuk yang diberikanNya itu ringan. Adakah kuk, perintah dan panggilan yang diberikanNya ringan adanya? Kalau pun ada yang terasa berat, Yesus sendiri yang berjanji akan mengajari bagaimana harus memikul kuk yang diberikanNya. Bukankah sabdaKu adalah pelita bagi langkahmu? SabdaKulah juga yang membuat engkau kuat dan teguh bagaikan mendirikan rumah di atas batu wadas. Bukankah perkataanKu adalah hidup kekal?

Yesus telah memanggil dan memanggil kita, maka amatlah baik kalau kita datang kepadaNya. Maka tepatlah apa yang disampaikan Yohanes dalam suratnya yang pertama: 'saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita' (1Yoh 4:11-12), dan hal itulah yang memang telah dirasakan oleh umat Israel semenjak Perjanjian Lama, bahwa kasih Tuhan itu turun temurun. 'Haruslah kau ketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan' (Ul 7: 9-11). Namun tak dapat disangkal, 'terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan'.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sendiri yang memanggil kami menjadi anakMu, kami percaya Engkaupun tak akan membiarkan kami berjalan sendiri dalam kesulitan, Engkau pasti hadir menguatkan dan menolong kami. Terima kasih ya Yesus atas anugerah kasihMu ini. Amin

 

 

Contemplatio

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening