Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis , 24 Juni 2017

Yes 49: 1-6  +  Kis 13: 22-26  +   Luk 1: 57-66.80

 

 

Lectio

Pada waktu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.  Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

 

 

Meditatio

Pada waktu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Genaplah bulannya untuk melahirkan, tentunya sembilan bulan anak itu dalam kandungan. Anaknya adalah laki-laki sebagaimana dikatakan seorang malaikat kepada Zakharia, suami Elizabet. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Kelahiran bayi memang membawa sukacita bagi banyak orang, Terlebih sanak keluarga. Terlebih peristiwa Elizabet yang mengandung dan melahirkan seorang anak di usianya yang sudah senja itu. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. sungguh benarlah Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar bagi Elizabet.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Itulah adat istiadat pada waktu usia delapan harian anak sudah disunatkan. Zakharia harus dikenakan pada anak laki-lak itu, karena dialah anak sulung, lagi pula dunia patriakal adalah dunia pada waktu itu. Tetapi ibunya berkata: 'jangan, ia harus dinamai Yohanes'. Nama itulah yang memang disebut oleh malaikat. Elizabet tentunya mendengar permintaan itu melalui Zakaria suaminya, bahwa kelak anak yang dilahirkan itu haruslah dinamai Yohanes.

'Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian'. Itulah komentar sanak kerabat dan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Sebuah komentar yang wajar dan lumrah, karena memang itulah yang benar. Itulah aturan main yang berlaku pada saat itu. Mengapa harus dirubah? Berubah dan hidup baru, berarti meninggalkan yang lama yang selama ini kita lakukan; dan itulah kalau kita melakukan sabda dan kehendak Tuhan, harus berani meninggalkan cara hidup lama kita. Mengamini sabda Tuhan berarti harus berani berubah. Maaf, apalagi yang menyampaikan pesan, bahwa namanya haruslah Yohanes  adalah seorang perempuan. Itulah patriakal!  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Dialah yang berhak dan mempunyai kuasa untuk memberi nama.  Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: 'namanya adalah Yohanes'. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Mengapa semuanya itu bisa terjadi? Karena memang tanda itulah yang diminta Zakharia yang pada waktu itu tidak percaya akan apa yang dikehendaki Tuhan. 'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya' (Luk 1: 18). Zakharia menjadi bisu karena memang dialah yang meminta tanda dari malaikat, bahwa semua yang disabdakanNya itu bisa terjadi pada diri isterinya.

Mereka pun heran semuanya. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Itulah pertanyaan banyak orang pada waktu itu. Namun tak dapat disangkal, Yohanes akan menjadi saluran berkat bagi banyak orang sebagaimana arti nama yang disandangnya.

Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. Apakah yang dinubuatkan oleh Allah melalui nabi Yesaya (Yes 49: 1-5) juga menjadi kesadaran Yohanes? 'Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya' (Yes 49: 1-2). Apakah suara ini juga pernah diperdengarkan oleh Yohanes kepada orang-orang yang mendengarkannya? Mungkin tidak persis seperti itu, karena jamannya berbeda, demikian juga tugas perutusannya. Namun tak dapat disangkal. Yohanes benar-benar menghayati tugas panggilan dengan sempurna dan setia. 'Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak' (Kis 13: 25). Kata-kata inilah yang pernah diucapkan oleh Yohanes sebagaimana diingat benar oleh Paulus dalam pewartaannya.

 

 

Oratio

Ya Yesus, ajarilah kami untuk taat dan setia pada sabdaMu. Sebab sabdaMu adalah kebenaran yang membawa keselamatan dan kehidupan kekal pada setiap orang yang percaya. Amin

 

 

Contemplatio

'Namanya adalah Yohanes'. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening