Hari Raya santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 2017

Kis 12: 1-18  +  2Tim 4: 6-8  +  Mat 16: 13-19

 

Lectio

Pada waktu itu setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

Meditatio

'Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi'. Itulah jawaban para murid. Ketika Yesus bertanya kepada para muridNya ketika mereka tengah berada, : 'kata orang, siapakah Anak Manusia itu?'. Mengapa Yesus tidak bertanya siapakah Aku ini menurut banyak orang? Apakah memang secara sengaja Yesus membahasakan diriNya? Secara sengaja Yesus tidak menyebut namaNya sendiri yang artinya Allah menyelamatkan. Sepertinya ingin mengenal mereka semua yang memandang Yesus itu manusia sungguh seperti mereka apa adanya. Sejauhmana mereka semua dan banyak orang memandang Yesus yang sama-sama seperti kita ini, yang makan dan minum, anak seorang tukang kayu.

Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, karena sang Guru itu mempunyai kuasa untuk membaptis? Apakah karena Yohanes banyak berbicara tentang Dia yang akan datang, sehingga Yesus adalah titisan dirinya? Ada yang mengatakan Elia, karena Dia mampu banyak mendapatkan mukjizat? Ada pula yang mengatakan: Yeremia, karena kesetiaanNya pada tugas perutusan yang diterimaNya? Namun yang jelas, Anak Manusia itu adalah salah seorang dari para nabi. Dia adalah seorang Nabi yang hadir di jaman sekarang ini. Kata-kataNya membawa kebenaran dan sukacita. Kata-kataNya bagaikan sebilah pedang yang bermata dua. PerkataanNya itu 'hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; yang menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; dan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati' (Ibr 4: 12).

'Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?', Tanya Yesus langsung kepada mereka dan langsung menyebut diriNya dengan kata Aku. Yesus pun sepertinya mengharapkan jawaban lain dari yang mereka dengar tentang diriNya, atau memang mereka mengenal sang Guru secara istimewa karena keseringan mereka bergaul dan berbincang bincang denganNya? Maka jawab Simon Petrus: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'. Petrus memandang Yesus yang mereka jumpai dalam keseharian mereka, bukan saja sebagai Anak Manusia, tetapi juga sebagai Anak Allah yang hidup. Petrus benar-benar mampu memandang Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hadir di tengah-tengah umatNya.

Mendengar jawaban Petrus, berkatalah Yesus kepadanya: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'. Inilah kehebatan Petrus yang membiarkan Allah Bapa sendiri berbicara dalam dirinya. Petrus memang pasti mengenal siapakah sang guru yang diikutinya; bukankah tiap hari dia mendengarkan dan mengikuti segala yang dilakukan sang Guru? Dia mempunyai pengenalan akan sang Guru, tetapi tak dapat disangkal dia mampu mengkomunikasikan dan merenungkan pengenalan dalam iman kepercayaannya. Petrus pasti membawa pengenalannya itu dalam hidup doanya; dan Yesus mengetahuinya, maka Dia tadi berkata bukan manusia yang menyatakan itu kepadanya, melainkan Bapa yang di sorga.

'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku', tegas Yesus. Mulai saat itu Simon anak Yunus ini disebut Petrus sebagaimana yang kita kenal. Berkat iman kepercayaannya itulah Simon disebut Petrus, batu wadas. Berkat kepercayaan inilah banyak orang yang percaya kepada Kristus Tuhan akan menjadi suatu komunitas milikNya, orang-orang yang disayangiNya,  'dan alam maut tidak akan menguasainya', karena Tuhan Yesus sang Kehidupan sendiri yang berkuasa atas komunitas itu. Semua orang yang percaya kepadaNya tidak akan mengalami kematian kekal. Inilah anugerah indah yang dilimpahkan kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Inilah kuasa kehadiranNya yang mengundang setiap orang untuk menikmati rahmat pengampunan. Sebab berkat pengampunanNya itulah, seseorang yang dikuasai dosa pun mampu menikmati keindahan surgawi bila memang berani dia meminta rahmat pengampunan daripadaNya. Sebagaimana Yesus datang merangkul dan menerima para pendosa dan pemungut cukai, demikian juga setiap orang yang percaya kepadaNya akan mendapatkan belaskasihNya yang melimpah. Yesus, ingatlah aku, bila Engkau datang. Hari ini juga engkau bersama Aku di surga, jawab Yesus yang memberikan rahmat pengampunan kepada setiap orang.

Berkat kuasa yang dinikmati Gereja inilah akhirnya benarlah apa yang dikatakan oleh Paulus sendiri sebagaimana telah disuratkannya kepada Timotius: 'sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya' (2Tim 4: 8). Maka layaklah kamu, kita juga bersenandung bersama para pemazmur, sebab Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku (Mzm 34).

Pesta santo Petrus dan Paulus kiranya menjadi peringatan bagi kita untuk semakin percaya kepada Kristus Tuhan, bahwa Dialah Anak Allah yang hidup, dan hanya kepadaNyalah kita harus berserah, sebab hanya padaNyalah ada kehidupan dan keselamatan.

 

Oratio

Yesus Kristus, mampukan kami untuk mengenal Engkau secara pribadi sebagai Penyelamat yang membebaskan kami dari dosa-dosa kami. Supaya kamipun mampu mengampuni sesama dalam hidup kami, agar kelak kamipun dapat menikmati keindahan surgawi.

Santo Petrus dan Paulus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening