Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 18 Juni 2017

Ul 8: 2-3 + 1Kor 10: 16-17 + Yoh 6: 51-58

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.

 

 

 

Meditatio

'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Wajarlah kalau orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: 'bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan'. Mereka menangkap apa itu roti hidup; roti yang  akan memberikan kehidupan abadi. Namun kalau roti yang dimaksudkan itu adalah dagingNya, sulitlah bagi mereka untuk memahaminya.  

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus mempertajam penyataanNya, 'sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman'. Makan daging dan minum darahNya adalah kewajiban bagi setiap orang untuk menikmati hidup yang sesungguhnya, yakni hidup yang tidak binasa oleh maut, yakni hidup kekal, yang diawali dengan kebangkitan. Sebagaimana Allah hidup, dan sebagaimana Dia sendiri adalah kekal; dari kekal sampai kekal, maka setiap orang yang menikmati tubuh dan darahNya akan beroleh hidup kekal.  Makan daging dan minum darahNya adalah wajib hukumNya, karena 'daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'.

'Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'. Penegasan Yesus ini mengingatkan kita semua, bahwa kita akan beroleh hidup kekal, karena memang sang Kehidupan sejati itu tinggal dalam diri kita, dan kita tinggal dalam Dia, maka kita pun akan menikmati keabadian. Makan daging dan minum darahNya membuat kita ada bersama Kristus, dan Kristus ada bersama kita. Semuanya itu terjadi, karena Yesus ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia. Maka kembali Yesus menegaskan: 'sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku'.

'Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'. Roti yang diberikan oleh Yesus sungguh berbeda dengan roti manna yang pernah dinikmati oleh bangsa Israel dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir. Pemberian Yesus yang luhur dan mulia ini hendak mengingatkan kita semua bahwa:  pertama, sebenarnya roti yang diberikan di padang gurun oleh Allah Abraham, Ishak dan Yakub menggertak mereka, bangsa Israel, bahwa 'manna yang engkau makan, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN' (Ul 8: 3). Sabda dan kehendak Tuhanlah yang membuat mereka hidup, dan bukannya manna yang diberikannNya. Manna ada hanya karena kehendak Tuhan Allah. Inilah yang diingatkan Yesus kembali ketika Dia sedang berpuasa empat puluh hari empat puluh malam: 'manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah' (Mat 4: 4).

Kedua, roti dari surga yang diberikan Yesus terlaksana dalam suatu perjamuan. Yesus tidak memberikan kepada mereka ketika mereka sedang berjalan bersama-sama. Yesus memberikan roti yang menyelamatkan ketika mereka makan bersama. Inilah tubuhKu,makanlah. Inilah darahKU, minumlah. Kiranya semuanya ini mempunyai makna, bahwa dengan memberikan makan tubuh dan minum darahNya Yesus menyatukan para muridNya sebagai satu tubuh, di mana Dia sebagai Kepala (Kol 1: 8). Dan inilah yang ditangkap dan dimengerti dengan baik oleh Paulus sebagaimana dituliskan dalam suratnya hari ini: 'bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu' (1Kor 10: 16-17).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmatMu yang begitu besar bagi kami, boleh menerima Tubuh dan DarahMu sebagai santapan makanan dan minuman kami, yang menyatukan kami dengan Engkau. Sehingga bukan kami lagi yang hidup tetapi Engkau yang hidup dalam kami. Terpujilah Engkau ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012