Jumat dalam Pekan Biasa IX, 9 Juni 2017

Tb 11: 5-17  +  Mzm 146  +  Mrk 12: 35-37

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?  Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: 'bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?  Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?'.

Yesus memberi pengajaran kepada banyak orang. Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. Apakah Yesus memberi kesempatan untuk berdialog dalam pengajaranNya? Atau hanya sepihak? Minimal dari pertanyaanNya itu Yesus membuka wacana bagi para pendengar untuk memikirkan dan merenungkannya. Mereka diajak untuk berpikir dan merenung.

Kiranya tak dapat disangal, Mesias adalah anak Daud, karena memang Dia terlahirkan dalam keluarga Daud. Berkat Yusuflah, Yesus mempunyai marga Daud yang telah banyak berjasa dalam sejarah perkembangan Israel sebagai umat Allah. Dalam keluarga dan silsilah Daudlah Allah memang telah melahirkan diri. Dia tidak menjadikan diri sebagai manusia melainkan melahirkan diriNya melalui perawan Maria. Mesias adalah Anak Daud, karena diturunkan dalam keluarga Daud, tetapi Dia menjadi Tuan Daud karena memang Dia ada sebelum dunia ada, malah seluruh dunia dan isinya tercipta dalam Dia, sang Empunya kehidupan ini.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani berpikir dan merenungkan panggilan hidupkami. Kami senangkali melihat segala sesuatu happy ending, kami jengkel bila melihat segala sesuatu tidak sebagaimana mestinya, tetapi itulah yag seringkali terjadi dalam hidup ini.

Yesus, ajarilah kami setia selalu kepadaMu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?'.

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012