Jumat dalam Pekan Biasa X, 16 Juni 2017

2Kor 4: 7-15  +  Mzm 116  +  Mat 5: 27-32

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

 

 

 

Meditatio

 

Dalam pengajaranNya, Yesus berkata: 'kamu telah mendengar firman: jangan berzinah, tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Sebuah pengajaran baru diberikan Yesus kepada para muridNya. Yesus sepertinya melanjutkan pengajaranNya kemarin. Perzinahan sudah dimulai dalam pikiran. Dosa sekecil apapun memang harus dicabut dari dalam benak pikiran dan hati manusia. Bukankah melalui mata dan pikiran manusia telah menciptakan dosa, walaupun secara praktis tidak dilakukannya? Benar, maka haruslah dicabut akar-akar dosa itu. Karena itu, 'jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka'. Perzinahan diawali dari pandangan mata, maka mengapa harus mempunyai mata kalau memang membawa seseorang masuk ke dalam dosa? Demikian juga, 'jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu'. Sungguh keras kedengarannya apa yang Yesus sampaikan itu. Tidak adakah pengampunan di dalamnya, seperti yang selalu Yesus ajarkan pada para muridNya? Perintah Yesus ini dimaksudkan agar semua penyebab dosa itu lebih baik dibinasakan, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 'Maut giat di dalam diri kami', tegas santo Paulus dalam suratnya hari ini. Dosa begitu giat menghantar kita kepada maut (2Kor 4:12). Dosa sepertinya berjalan dengan rapinya, dari yang satu ke yang lain guna membawa umat manusia kepada maut.

'Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya'. Mudah kali menceraikan seorang perempuan. Mengapa bisa seperti itu? Seperti kita ketahui pada zaman itu adalah sangat patriakal, di mana wanita itu adalah mutlak milik laki-laki. Wanita tidak mempunyai hak untuk bersuara. Suami berhak menceraikan istrinya kalau kedapatan ada yang tidak sesuai, walaupun hanya dalam hal misalnya masakan tidak enak. Begitu berkuasa dan semena-mena perlakuan pria terhadap wanita pada zaman itu. Perempuan adalah milik laki-laki. 'Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah'. Seorang perempuan yang diceraikan oleh seorang laki-laki, berada dalam keadaan zinah, maka 'siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Keterikatan dan kepemilikan seorang perempuan oleh seorang laki-laki yang adalah suaminya memang amatlah total. Kesetiaan amatlah diagung-agungkan dalam budaya perkawinan pada waktu itu. Maka seorang laki-laki diijinkan menceraikan isterinya yang tidak setia, yang telah berzinah dengan orang lain, agar dia tidak ikut jatuh dalam dosa yang telah dibuat oleh isterinya itu. Sekali lagi pandangan patriakal amat berbicara dalam pengajaran Yesus ini. Mengapa Yesus tidak meminta laki-laki juga tetap setia pada ikatan perkawinan yang telah dibuatnya dengan isterinya? Bukankah seorang laki-laki harus tetap menunjukkan kesetiaannya, kalau pasangan jatuh dalam dosa; bukankah dia harus mengangkatnya, menariknya kembali dan memperbaharuinya? Kalau laki-laki yang tidak setia atau dia berzinah, apakah sang isteri mempunyai hak untuk menceraikan suaminya? Dua hal ini yang kurang indah  dalam pandangan patriakal pada waktu itu. 

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, dampingilah kami selalu, supaya kami tetap teguh dalam menjalankan perintah-perintahMu. Semoga kami pun selau setia dalam aneka peristiwa kehidupan. Amin

 

 

Contemplatio

'Lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'. 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012