Jumat dalam Pekan Biasa XII, 30 Juni 2017

Kej 17: 9-22  +  Mzm 128  +  Mat 8: 1-4

 

Lectio

Pada suatu kali setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

 

Meditatio

Pada suatu kali setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Dari mana mereka tahu bahwa Yesus akan lewat? Apakah kebetulan saja mereka menjumpaiNya? Namun tak dapat disangkal, mereka adalah orang-orang yang menaruh perhatian kepada sang Guru. Mereka pasti ingin mendengarkan pengajaranNya yang penuh kuasa dan wibawa itu. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'. Berani juga orang satu itu menerobos kerumunan banyak orang. Bukankah dia adalah termasuk kumpulan orang-orang yang terpinggirkan dan dijauhi oleh masyarakat mengingat sakit yang dideritanya? Apakah banyak orang juga berdiam saja ketika dia menerobos kerumunan banyak orang? tentunya banyak orang marah-marah terhadapnya. Namun dia yakin bahwa Orang Nazaret satu ini dapat melakukan segala yang baik dan indah, tetapi semuanya bergantung pada kehendak dan kemauanNya, karena itu dia tadi berkata: 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'. Kehendak Tuhanlah yang membuat segala-galanya baik adanya. Kepercayaan dan keberanian orang kusta itu apakah dilandasi karena sakitnya yang parah itu? Atau memang benar dia adalah seorang yang pada dasarnya percaya kepada Tuhan Allah yang penuh belaskasih?

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Dalam soal kebaikan Tuhan Yesus tidak pernah menolak. Bukankah memang Dia menghendaki semua orang yang mengalami sakit dan selamat? Apalagi tentunya terhadap orang-orang yang percaya kepadaNya. Tanpa banyak bertanya-tanya, Yesus mengamini kemauan dan keinginan orang kusta itu; dan  seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Lalu Yesus berkata kepadanya: 'ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Permintaan Yesus amat sederhana. Yesus tidak mengajak seseorang yang mendapatkan anugerah dari padaNya untuk menjadi muridNya. Yesus tidak mengikat setiap orang untuk mengikuti diriNya. Mengikuti Yesus adalah keputusanku, itulah yang harus dikatakan oleh seseorang, dan bukannya karena ikut-ikutan karena telah mendapatkan kebaikan hati dari orang lain. Mentaati peraturan Musa karena memang dia adalah bangsa Israel adalah kewajiban, dan itulah bentuk syukur yang tersurat pada saat itu, dan memang sebatas itulah yang memang harus dilakukan oleh seorang Israel yang taat kepada Yahwe. Yesus tidak mau merampas kewajiban seseorang karena kebaikan hati yang telah diperbuatNya kepada orang-orang yang dikasihiNya.

Kasih Tuhan memang terbuka bagi setiap orang, tanpa memandang muka. Namun tak dapat disangkal, Tuhan tetap memilih orang-orang yang dikehendakiNya. Dalam kitab Kejadian yang kita dengarkan juga hari ini, Dia lebih memilih Ishak daripada Ismael. Dia mau mengadakan perjanjian dengan Ishak, dan bukannya dengan Ismael. 'Perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga' (Kej 17: 21). Berkat istimewa juga lebih diberikan kepada Yakub dan bukannya kepada Esau. Secara sengaja pula Dia lebih mengindahkan persembahan Habel daripada Kain. Namun sekali lagi kasih Tuhan dan berkatNya dilimpahkan kepada setiap orang tanpa terkecuali.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami tahu Engkau menurunkan hujan bagi semua orang tanpa kecuali, demikian juga kasihMu. Terlebih lagi bagi setiap orang yang mau datang dan memohon kepadaMu. Terima kasih ya Yesus atas kasih setiaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Aku mau, jadilah engkau tahir'.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012